KOMUNITAS peduli lingkungan bersama pelajar menggelar aksi tanam 1.000 mangrove di Pantai Rembat, Juntinyuat Kabupaten Indramayu. Belum lama ini. Cipyadi/KC Online

INDRAMAYU, (KC Online).-

Aksi kepedulian lingkungan dalam rangka memperingati Hari Tanam Satu Juta Pohon diprakarsai Komunitas Peduli Lingkungan dan pelajar. Mereka bersama-sama menanam 1.000 mangrove di Pantai Rembat, Juntinyuat Kabupaten Indramayu.

Mereka juga melakukan aksi bersih-bersih sampah plastik dan sampah rumah tangga yang berserakan di bibir pantai tersebut.

“Kegiatan ini sekaligus juga untuk memperingati Hari Tanam Satu Juta Pohon yang jatuh pada 10 Januari 2019. Ini juga sekaligus sebagai wujud kepedulian kami dalam menjaga pantai dari abrasi yang terus mengikis pantai melalui penanaman mangrove, dan merawat kebersihan pantai melalui aksi bersihkan pantai dari sampah,” ungkap Koordinator Aksi Taman 1.000 Mangrove, Eka Yuda Wibayaksa, Jumat (11/1/2019).

Ia menambahkan pelajar dan komunitas peduli lingkungan yang terlibat dalam kegiatan ini juga saling berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang mangrove yang memiliki fungsi luar biasa dalam menjaga pantai dari abrasi yang kian memperihatinkan setiap tahunnya. Menurutnya tidak ada kata terlambat untuk berbuat dan berupaya menjaga pantai Rembat, Juntinyuat.

“Keterlibatan pelajar dalam kegiatan ini, juga sekaligus menyampaikan pesan moral kepada generasi muda sebagai penerus kedepan agar mereka lebih sadar akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan,” imbuhnya.

Dikatakan Eka, penanaman pohon yang memiliki nama latin Rhizophora Apiculata ini akan terus dilakukan hingga jumlah mangrove yang ditanam terus bertambah dan ideal. Sebab keberadaan mangrove dapat berperan dan berfungsi sebagai tameng dalam upaya mencegah pengikisan di kawasan pantai. Jika tidak diupayakan pencegahannya sedari sekarang, dikhawatirkan abrasi akan semakin meluas.

“Tidak saja menjaga pantai, tetapi juga bermanfaat dan sangat mempengaruhi kelestarian biota laut. Mangrove dapat diguanakn bagi mereka untuk bertelur, bahkan berkembangbiak. Termasuk bermanfaat secara ekonomi bagi masyarakat,” katanya.

Salah seorang peserta aksi tanam 1.000 mangrove, Winciadelia Puapita Sari mengaku bangga bisa terlibat dalam kegiatan ini. Pelajar SMK Teladan Kertasemaya Indramayu itu meyakini kelestarian alam dan lingkungan akan dapat terpelihara dengan baik ketika setiap orang berbuat nyata dalam upaya turut menjaga dan mewujudkan kepeduliannya.

“Dengan ikut dalam aksi ini, kita sudah turut berperan menjaga pantai dan masa depan kita semua,” tuturnya. (Cipyadi/KC Online)