ALAT berat berupa beko saat melakukan optimalisasi irigasi pertanian mulai dari Blok Tasmi hingga Blok kali Citai Desa Cikedung Lor, belum lama ini. Ratno/KC Online

INDRAMAYU, (KC Online).-

Kabupaten Indramayu selain dikenal sebagai Kota Mangga juga cukup dikenal sebagai sebutan penghasil padi terbesar se-Jawa Barat dan menjadi lumbung padi nasional, setiap tahunnya produksi padi dihasilkan dari para petani unggulan yang ada di masing-masing desa di Kab. Indramayu.

Salah satunya, Desa Cikedung Lor Kec. Cikedung menjadi produksi padi terbesar dan untuk menjaga produktivitas padi di musim rendeng atau penghujan saat ini, pihak pemerintah desa setempat menjamin ketersediaan air melalui optimalisasi irigasi pertanian. Demikian diungkapkan Kepala Desa Cikedung Lor, Hj Emi Jumiarsih, kemarin.

Emi menilai, optimalisasi irigasi pertanian sangat perlu dilakukan supaya sistem pengairan di sejumlah petani dapat berjalan lancar dan terjamin ketersediaan air mengingat merupakan wilayah irigasi pertanian bukan wilayah tadah hujan.

“Salah satu tujuannya, agar airnya dapat berjalan lancar hingga ke setiap area persawahan yang semula tersendat,” terangnya.

Pengerjaan irigasi pertanian, sambung dia, telah dilakukan jauh-jauh hari dengan menggunakan alat berat berupa beko mulai dari gerbang pintu air Sungai Tasmi wilayah Cikedung hingga gerbang pintu Sungai Kali Citai Blok Tarikolot Desa Cikedung Lor mendapat respon positip dari masyarakat setempat.

Selain itu, dalam optimalisasi irigasi pertanian tersebut pihaknya telah berkordinasi dengan pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung agar segera mungkin memperbaiki gerbang pintu utama Sungai Siwalan yang rusak parah sejak tahun 2017 lalu dan rencananya pihak BBWS akan memperbaiki pada pertengahan tahun 2019 ini.

“Hasil survei dari pihak BBWS, rencananya pintu air Sungai Siwalan akan diperbaiki pada pertengahan tahun 2019 ini,” terangnya.

Dia berharap, dengan adanya irigasi pertanian tersebut hasil produksi padi musim rendeng di wilayahnya bisa meningkat, sedangkan pada musim kemarau nanti ingin setiap pendamping air dapat menyalurkan air sesuai prosedur.

“Sebagai kepala desa, saya ingin hasil padinya bagus dan bernilai tinggi. Pada musim kemarau, nantinya para pendamping air dari Kodim 0616 Indramayu karena pada umumnya sesuai dengan prosedur ketika pembagian air di setiap desa,” imbaunya.(Ratno/KC Online)