CIREBON,(KC Online).-

Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Cirebon memiliki ketersediaan pangan bagi korban bencana sebanyak 156 ton gabah kering giling.

Ketersediaan pangan bagi korban bencana ini merupakan stok sejak 2018 lalu dan saat ini disimpan di gudang milik Dinas Ketahanan Pangan di Kecamatan Dukupuntang.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan,  H Muhidin mengatakan, pada 2018 ketersediaan pangan tersebut antara lain didistribusi bagi korban bencana banjir di wilayah timur Cirebon.

“Namun, khusus bagi Dinas Ketahanan Pangan, kita distribusikan beras pascabencana. Sebab saat awal bencana itu sudah ada bantuan dari berbagai instansi, misalnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah,” kata Muhidin, Rabu (9/1/2019).

Menurutnya, distribusi pangan pascabencana sangat penting, sebab biasanya korban bencana belum pulih 100 persen jika bencana yang datang berskala besar atau sedang.

“Kita prioritaskan korban bencana yang masuk kategori tidak mampu. Banyak di antara mereka yang belum bisa bekerja lagi seperti sedia kala usai bencana datang, maka usai bencana banyak keluarga yang rawan masuk keluarga miskin,” ucapnya.

Menurutnya, distribusi beras dari Dinas Ketahanan Pangan adalah sebanyak 300 gram per satu hari per jiwa.

“Hitungannya per jiwa. Kita juga sedang berupaya distribusi beras pascabencana puting beliung di Panguragan, namun kami belum dapat data warga tidak mampu yang menjadi korban,” ungkapnya.

Muhidin mengaku heran, sebab berkali kali diminta data terkait warga tidak mampu yang menjadi korban puting beliung, pihak pemerintah Desa Panguragan Kulon justru belum memberikannya hingga saat ini.

“Makanya khusus untuk Panguragan kami belum distribusikan beras, kami masih tunggu data dari pihak Pemdes Panguragan Kulon,” ujarnya.

Sementara itu, jika stok 2018 sudah habis, maka pihaknya pun telah mengantisipasi dengan mengusulkan bantuan serupa sebanyak 100 ton gabah kering giling.

“Kita adakan lagi di tahun ini 100 ton gabah kering giling, semoga cukup hingga akhir tahun,” ungkapnya. (Fanny)