KAPOLRES Majalengka Ajun Komisaris Besar Polisi Mariyono disertai Kasat Reskrim AKP M Wafdan Mutaqin, menginterogasi empat tersangka pelaku pencuri sarang burung walet asal Majalengka dan Indramayu di Mapolres Majalengka, Rabu (2/1/2019). Tati/KC Online

MAJALENGKA, (KC Online).-

Empat pencuri spesialis sarang burung walet asal Indramayu dan Majalengka ditangkap aparat Kepolisian Resor Majalengka, dua di antaranya terpaksa dilumpuhkan bagian kakinya karena berupaya melarikan diri dari penangkapan petugas Polres Majalengka.

Menurut Kapolres Majalengka Ajun Komisaris Besar Mariyono didampingi Kasat Reskrim Ajun Komisaris Polisi M Wafdan Muttaqin, Rabu (2/1/2019), keempat tersangka yang ditangkap Minggu malam sekitar pukul 21.30 WIB tersebut adalah Rasiman (45 tahun), Sumedi alias Kencleng (19 tahun) keduanya warga Desa Cikedung, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu.

Terhadap kedua tersangka polisi terpaksa melumpuhkannya melalui tembakan di bagian kaki kanan karena berupaya melarikan diri.

Tersangka lainnya adalah Tatang Suherlan alias Ujang (41 tahun) warga Blok 2 RT 07/RW 03, Desa Leuwiseeng, Kecamatan Panyingkiran, Majalengka serta Radi (47 tahun) warga Blok Jatiraga Timur, Desa Kadipaten, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka.

Dari tangan para tersangka diamankan barang bukti berupa satu unit kendaraan roda empat merk Toyota New Avanza tahun 2014 NoPol E 1074 PW warna putih, satu buah pipa stik sambungan yang terbuat dari besi ukuran panjang sekitar 4 meter, beragam ukuran anak kunci palsu berikut kunci letter T, satu buah senter, 2 buah tas, empat buah telpon seluler milik keempat tersangka yang di memorinya terdapat sejumlah pembicaraan menyangkut kesepakatan pelaksanaan aksi pencurian yang mereka lakukan.

“Mereka ditangkap di rumah masing-masing. Penangkapan dilakukan berdasarkan laporan dari korban Yosef (64 tahun), warga Desa Jatiwangi, kemudian dilakukan penyelidikan,” ungkap Kapolres.

Berlubang

Dijelaskan Kapolres, pencurian yang dilakukan empat tersangka ini terjadi pada Senin (24/12/2018) itu pertama kali diketahui oleh pemilik sarang Yosef sekitar jam 13.00 WIB ketika korban melihat bagian belakang bangunan sarang waletnya di Blok Pangumbahan, Desa Pakubereum, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka berlubang bekas dibobol.
Ketika diperiksa di bagian dalam bangungan ternyata sarang walet yang sedianya akan dipanen beberapa pekan lagi telah habis tidak tersisa.

Atas kejadian tersebut, korban segera melaporkan kejadian ke kepolisian, dan kepolisian segera melakukan penyelidikan hingga akhirnya para tersangka berhasil ditangkap.

Berdasarkan hasil penyidikan sementara, keempat tersangka ini telah beberapa kali melakukan aksi pencurian sarang walet, di wilayah Majalengka tercatat telah empat kali melakukan pencurian diantaranya di Kelurahan Munjul, di Kota Majalengka tiga kali, Indramayu, Cirebon dan terakhir di Desa Pakubeureum, Kecamatan Kertajati yang memperoleh sebanyak 4 kg sarang walet dengan harga jual Rp 34.000.000.

Modus pencurian yang mereka lakukan dengan cara membobol dinding tembok menggunakan linggis, setelah cukup untuk masuk ke bagian dalam gedung mereka masuk dan aksi pencurian dilakukan. Barang hasil curian mereka jual kepada penadah dengan harga yang bervariasi tergantung kualitas barang. Hasilnya mereka bagi empat setelah dikurang biaya operasional.

Keempat tersangka saling kenal setelah bertemu di sebuah warung, setelah itu mereka sepakat terus melakukan pencurian yang lokasinya berdasar hasil survai diantara pelaku. Disampaikan Kapolres para pelaku akan dijerat dengan pasal 363 KUH Pidana. (Tati/KC Online)