Bangunan Pasar Sumber , Kamis (10/1/2019).. KC Online

SUMBER, (KC Online).-

Bangunan Pasar Sumber yang sempat dipertanyakan pedagang setempat, kini sudah mulai jelas kapan bisa ditempati. Sebab, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) menjanjikan pada Februari nanti bisa diisi oleh pedagang.

Demikian disampaikan Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon, R Cakra Suseno. Menurutnya, hasil rapat kerja evaluasi dengan Disdagin ada permasalahan terutama terkait Pasar Sumber.

Karena, meskipun bangunan pasar tersebut sudah jadi, namun proses administrasi pelimpahan dari Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) ke pihak pengelola, yakni Disdagin Kabupaten Cirebon belum beres.

“Jadi ini (penempatan Pasar Sumber, Red) hanya persoalan adminsitrasi pelimpahan saja yang belum. Karena harus diserahterimakan terlebih dahulu dari BKAD ke Disdagin. Keterangan dari Disdagin sih tadi 17 Februari sudah bisa ditempati,” kata Cakra usai rapat kerja dengan Disdagin Kabupaten Cirebon, Kamis (10/1/2019).

Terkait permsalahan banyaknya pedagang baru dan dimungkinkan tidak mendapat tempat di bangunan Pasar Sumber, Cakra pun sudah meminta agar ada ketegasan dari Disdagin. Artinya, kata dia, bangunan itu harus diprioritaskan bagi pedagang yang dulu menjadi korban kebakaran.

“Artinya kita menempatkan secara profesional saja. Yakni menempatkan para korban kebakaran sebelumnya, untuk diprioritaskan. Adapun ketika ada pedagang baru yang tidak tertampung, maka menjadi ‘PR’ dan harus dicarikan solusinya,” ujar Cakra.

Meski demikian, menurut Cakra, Disdagin Kabupaten Cirebon sudah punya solusi bagi para pedagang yang tidak tertampung nantinya. Salah satunya yakni membuat tempat seperti Pasar Sampiran yang didorong oleh Disdagin.

“Jadi harus ada ketegasan dan pola pikir yang sama, apalagi Pasar Sumber ini notabene berada di wilayah perkotaan. Agar pedagang yang tidak tertampung tidak bergejolak,” katanya.

Ia mengaku, selain membahas Pasar Sumber, dalam rapat kerja tersebut juga membahas terkait Pasar Pasalaran. Pasar yang juga direvitalisasi karena sebelumnya terbakar ini, dipastikan akan selesai di tahun sekarang.

“Insya Allah Pasar Pasalaran selesai di 2019 ini. Karena tadi dibahas anggaran yang hampir Rp 14 miliar untuk sarpras, pengelolaan pasar salah satunya untuk Pasar Pasalaran. Jadi 2019 insya Allah bisa selesai,” kata Cakra. (C-15)