CIREBON,(KC Online).-

Forum Komunikasi Kuwu Cirebon mengingatkan para kuwu untuk jangan ikut mengampanyekan para peserta Pemilu.

Ketua FKKC Mohammad Carkim mengatakan, kuwu jangan mau dimanfaatkan dalam perhelatan politik di tahun 2019 ini. Sebab, ancaman yang menanti sangat serius, yakni bisa diberhentikan dari jabatannya sebagai kuwu.

“Ingat tahun ini tahun politik, kuwu jangan ikut-ikutan untuk berkampanye. Saya paham, sebagai seorang kuwu mungkin dia dianggap sebagai tokoh masyarakat yang berpengaruh jika diajak kerjasama oleh caleg yang ingin mendulang suara, tapi sekali lagi saya tegaskan kuwu jangan ikutan berkampanye,” ujar Carkim, Rabu (9/1/2019).

Menurutnya, dalam regulasi sudah jelas jika kuwu dan perangkatnya dilarang turut berkampanye.

“Kewajiban kuwu jelang Pemilu itu adalah ikut mensosialisasikan bahwa 17 April itu ada Pemilu, dan masyarakat wajib mencoblos. Hanya pilihannya siapa, ya itu tergantung warganya, semuanya bersifat rahasia, kuwu jangan mengarahkan,” tukasnya.

Carkim menambahkan, tidak ada untungnya bagi seorang kuwu saat mengampanyekan peserta Pemilu.

“Ngapain kita belain caleg misalnya? Tidak ada kok keuntungannya bagi kuwu, yang ada itu justru rugi kalau kita ikut berkampanye karena sanksinya bisa dipecat dari kuwu,” ujarnya. (Fanny)