GEDUNG BKD Kabupaten Indramayu selain berdiri megah bergaya Romawi kuno juga ditopang dengan luas area parkir kendaraan disamping gedung setempat, Selasa (8/1/2019). Ratno/KC Online

INDRAMAYU, (KC Online).-

Dalam upaya mengoptimalkan pelayanan publik, Badan Keuangan Daerah (BKD) terus berbenah diri.

Salah satunya, bangunan Gedung Badan Keuangan Daerah (BKD) bergaya ala Romawi Kuno ditunjang pagarisasi serta luas parkir yang memadai belakangan dijadikan percontohan standardisasi untuk semua gedung dinas lingkup Pemerintah Daerah (Pemda) Indramayu.

Kepala BKD Kab. Indramayu, H. Rinto Waluyo melalui Kepala Bidang Aset BKD, W. Suwita ketika ditemui KC Online diruang kerjanya, Selasa (8/1/2019) mengatakan, bangunan Gedung BKD bergaya Romawi Kuno yang menelan anggaran APBD tahun 2018 miliaran rupiah dengan ditunjang luas area parkir serta pagar yang memadai dinilai telah memenuhi kebutuhan untuk pelayanan publik dan kedepan gedung ini akan menjadi standardisasi untuk semua gedung dinas di lingkungan Pemda Indramayu.

Dengan harapan, dapat dimanfaatkan secara baik sehingga fungsinya sebagai akses berbagai keperluan dapat berjalan secara optimal pula.

Pembangunan gedung BKD bergaya Romawi Kuno telah mewujudkan keinginan Kepala BKD Kab. Indramayu yang memperhatikan infrastruktur bangunan. “Bangunan gedung BKD bergaya Romawi Kuno ini dirancang sedemikian rupa dengan mengedepankan kualitas agar memiliki daya tarik tersendiri, belakangan gedung BKD ini menjadi standardisasi Pemda Indramayu,” terangnya.

Menurut dia, rehabilitasi pagar samping Gedung BKD dengan panjang sekitar 59 meter dan tinggi sekitar 3 meter yang dikerjakan pihak CV Bangun Cipta Persada ditunjang area parkir yang luas merupakan salah satu upaya pihak BKD untuk memperindah penataan lahan parkir, sehingga para pegawai maupun para tamu dapat menempatkan kendaraannya tertata secara rapi dan terlihat indah.

Begitu pula, pembangunan rumah genzet yang dikerjakan CV Raisa Putri dengan luas sekitar 4,5 meter x 3,5 meter diupayakan keberadaannya dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kelancaran kinerja para pegawai dalam mengantisipasi kemungkinan terjadinya pemadaman aliran listrik.

Salah satu tujuan dibangunnya rumah genzet itu, untuk menghilangkan suara mesin genzet (kedap suara) ketika dimanfaatkan untuk keperluan pekerjaan para pegawai saat aliran listrik padam. “Pengerjaan dua item rehabilitasi pagar dan pembangunan rumah genzet yang dikerjakan selama 30 hari kalender itu telah memenuhi standar dan dilakukan melalui pengadaan langsung,” katanya.(Ratno/KC Online)