HARGA beras di bulan januari ini sudah naik dua kali. Kenaikan beras yang terjadi di pasar tradisional di Kabupaten Indramayu ini ditengarai akan terus terjadi menyusul musim tanam tahun 2019. Iwan/KC Online

INDRAMAYU, (KC Online).-

Harga beras di bulan januari ini sudah naik dua kali. Kenaikan beras yang terjadi di pasar tradisional di Kabupaten Indramayu ini ditengarai akan terus terjadi menyusul musim tanam tahun 2019.

Kenaikan tersebut dibenarkan Jana (45 tahun) pemilik kios beras di Kelurahan Margadadi, Kecamatan/Kabupaten Indramayu. menurut dia, dari awal Januari sampai sekarang harga beras sudah naik dua kali dengan besarnya kenaikan harga beras mencapai Rp 250 per kilogrgam (kg) untuk sekali naik. Sehingga selama tiga pekan terakhir kenaikan harga beras mencapai Rp 500 per kg.

“Untuk harga beras premium saat ini mencapai Rp 12 ribu per kilogramnya. Harga itu naik dari akhir Desember 2018 yang lalu mencapai Rp 11.500 per kilogram untuk pembelian eceran,” kata Jana, Senin (21/1/2019).

Sedangkan untuk pembelian beras dengan ukuran karungan isi 25 kilogram, harganya lebih murah Rp 500 per kilogramnya dibandingkan pembelian eceran.

Jana juga menjelaskan, kenaikan harga beras itu terjadi karena semakin menipisnya pasokan beras di tingkat petani. Karena, saat ini para petani baru saja memulai musim tanam rendeng 2018/2019.

Berdasarkan pengalaman, harga beras baru akan turun saat petani sudah memasuki musim panen yang diperkirakan panen baru akan terjadi pada Maret atau April mendatang.

Hal yang sama dikatakan Warto (35 tahun), seorang pedagang beras di Pasar Baru Indramayu. Warto menuturkan, kenaikan harga beras terjadi karena musim panen gadu 2018 sudah lama berakhir. Akibatnya, pasokan simpanan gabah milik petani saat ini sudah berkurang. Dan biasanya harga beras akan turun jika sudah musim panen.

Adanya kenaikan harga beras di pasaran tersebut dikeluhkan masyarakat, salah satunya seorang pedagang nasi di Kecamatan Indramayu, Nining (40 tahun). Pasalnya, kenaikan harga beras itu membuat pengeluarannya menjadi bertambah besar. “Iya sih naiknya cuma sedikit. Saya beli berasnya banyak karena untuk jualan. Jadi terasa kenaikan itu sangat terasa,” paparnya.

Meski naik, namun Nining mengaku belum ikut menaikkan harga jual nasinya. Pasalnya, kenaikan harga beras saat ini diimbangi dengan turunnya harga bahan pangan lainnya, seperti telur ayam dan sayuran. (C-20)