MEMASUKI minggu kedua Januari, harga sayur-sayuran di pasar tradisional Indramayu mulai merangkak naik. Odok/KC Online

INDRAMAYU, (KC Online).-

Memasuki minggu kedua Januari, harga sayur-sayuran di pasar tradisional Indramayu mulai merangkak naik. Kondisi itu terjadi diduga kuat akibat masuknya musim penghujan. Tak heran kalau hal itu membuat para pedagang makanan banyak merugi.

Berdasarkan pantauan KC Online di Pasar Baru Indramayu, Minggu (6/1/2018), harga sayuran yang mengalami kenaikan, di antaranya cabai rawit yang semula Rp 8 ribu per kg menjadi Rp 25 ribu per kg. Cabau merah dari Rp 16 ribu per kg menjadi Rp 40 ribu.

Tak hanya itu, kol dan sawi putih juga naik, dari Rp 2.500 per kg menjadi Rp 6 ribu per kg, timun dari Rp 3 ribu menjadi Rp 6 ribu. Tomat dari Rp 4 ribu per kg menjadi Rp 16 ribu per kg dan kentang dari Rp 7 ribu per kg menjadi Rp 10 ribu per kg.

Selain itu, telur ayam dari Rp 20 ribu per kg menjadi Rp 23 ribu per kg dan ayam potong dari Rp 25 ribu per kg menjadi Rp 35 ribu per kg.

“Seingat saya kenaikan harga ini terjadi sejak Natal dan tahun baru dan disusul musim penghujan mulai turun. Tapi sampai sekarang belum turun,” kata Watinih, seorang pedagang sayur di Pasar Baru Indramayu.

Hal yang sama pula diungkapkan pedagang masakan di Jalan Sudirman Kota Indramayu, Yati (39). Ia mengungkapkan, kenaikan harga sayuran itu sangat memberatkannya. Pasalnya, hal itu membuat modal yang harus dikeluarkannya menjadi lebih besar.

“Sedangkan saya tidak bisa menaikkan harga jual masakan kepada konsumen. Kalau nekat harga jual kita naikkan, saya sangat yakin, tidak akan laku. Apa lagi sekarang penjual makanan banyak saingan,” katanya. (Odok/KC Online)