KEGIATAN pegelaran kesenian tradisional yang diadakan Himpunan Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Swadaya Gunung Jati (HIMA PGSD UGJ), di kampus setempat, belum lama ini.* Ist/KC Online

CIREBON, (KC Online).-

Himpunan Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Swadaya Gunung Jati (HIMA PGSD UGJ), berkomitmen untuk terus melestarikan kesenian tradisional yang ada di Cirebon dan sekitarnya.

Untuk mewujudkan hal itu, HIMA PGSD Unswagati pun belum lama ini menyelenggarkan “Pagelaran Seni Tradisional”. Pagelaran seni tersebut merupakan program kerja dari HIMA PGSD UGJ dan Prodi PGSD untuk penilaian ujian akhir semester (UAS) pada mata kuliah seni musik dan budaya, seni rupa dan kriya, budaya dan Bahasa Sunda, serta pendidikan sastra anak SD.

“Pagelaran seni yang kita selenggarakan merupakan salah satu dari program kerja yang direncanakan oleh himpunan dan prodi dalam rangka untuk penilaian UAS. Dan ini juga upaya agar kesenian tradisional kita tetap lestari,” kata Kaprodi PGSD Unswagati, Tarmidzi kepada KC, Rabu (23/1/2019).

Ia berharap, kegiatan pagelaran semacam itu bisa berkelanjutan. Artinya, di tahun berikutnya juga harus diadakan kegiatan serupa. “Harapan saya tentu kegiatan positif semacam ini bisa terus diadakan pada tahun depan dan tahun-tahun berikutnya,” kata Tarmidzi.

Sementara itu, Wakil Dekan I Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) pada Unswagati, Iin Wariin menyampaikan, dengan diadakannya pagelaran seni tersebut, merupakan terobosan baru di kampusnya. Sebab sebelumnya tidak ada dan perlu untuk terus diadakan.

“Karena dibutuhkan adanya aspek kognitif, afektif dan psikomotorik agar dapat menampilkan sesuatu yang menarik. Terobosan baru diharapkan bisa berkelanjutan ke depannya,” kata Iin.
Pagelaran seni yang berlangsung meriah tersebut dihadiri oleh dekanat, kaprodi dari berbagai bidang jurusan FKIP, dosen PGSD, mahasiswa, dan umum.

Dalam pagelaran itu, peserta menampilkan berbagai penampilan seperti tari topeng, bermain degung, menyanyi pupuh Sunda, dan kesenian tradisional lainnya. Para peserta juga menyajikan hasil karya mata kuliah seni rupa dan kriya serta pendidikan sastra anak SD. (C-15)