CIREBON,(KC Online).-

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon akan melaksanakan apa yang diminta oleh Menteri Agama RI, Lukmam Hakim Syaifudin salah satunya yakni menjaga tradisi akhlak islami dan intelektual yang terus berkembang di kampus- kampus Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).

Hal tersebut dikatakan Lukman saat melantik Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, H. Sumanta yang terpilih kembali menjadi Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon untuk kedua kalinya.

Lukman meminta agar pemimpin yang baru dilantik untuk melaksanakan dan menjaga tradisi akhlak islami dan intelektual.

“Saya kira pak Menteri juga menghayati betul moto dari Kemenag yaitu ikhlas beramal. Salah satu contoh ikhlas beramal ya itu, menjaga akhlak yang islami. Bagaimana kita menciptakan lingkungan yang islami,” kata Sumanta saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (10/1/2019).

Sumanta menambahkan, banyak tantangan yang harus dihadapi untuk menjaga tradisi akhlak yang islami. Apalagi, menurut Sumanta, pada era modern ini banyak sekali akses membuka situs- situs negatif yang merusak tradisi akhlak yang islami.

“Kita dituntut seperti itu oleh Menteri Agama dan di IAIN akan kita lakukan,” katanya.

Menurut Sumanta, saat ini beberapa upaya telah dilakukan oleh IAIN Syekh Nurjati Cirebon untuk menjaga tradisi akhlak yang islami. Salah satu upaya yang telah dilakukan yakni dengan membuat surat edaran untuk melakukan salat berjamaah di lingkungan kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

“Itu salah satu contoh upaya mentradisikan akhlak yang islami. Sebelum rapat juga kita baca Alquran dulu,” ungkapnya.

Selain itu, Sumanta juga mengatakan akan meningkatkan infrastruktur kampus. Menurutnya, infrakstruktur saat ini sangat dibutuhkan oleh IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Hal itu dikatakan Sumanta sangat mendesak karena saat ini jumlah mahasiswa yang mendaftar di IAIN Syekh Nurjati Cirebon bertambah setiap tahunya.

“Termasuk fokus kita itu perluasan akses kampus nanti yang ada di Indramayu,” katanya. (Iskandar)