CIREBON, (KC Online).-

Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon menargetkan kunjungan para wisatawan tahun ini mencapai dua juta orang. Oleh karenanya, dalam program selama masa kerja 100 hari pemerintahan Walikota dan Wakil Walikota Nashrudin Azis-Eti Herawati, sektor tersebut akan terus dibenahi.

Upaya pembenahan dilakukan untuk mencapai target yang dimaksud selama 100 hari kerja. Walikota Azis menyebutkan, pada tahun pertama pemerintahannya mereka telah menentukan sejumlah target. Sehingga Kota Cirebon akan menjadi kota pariwisata yang berbasis pada budaya lokal dan sejarah.

“Bahkan kita harapkan di 2019 ini, wisatawan di Kota Cirebon sesuai dengan target yang disepakati, yaitu mencapai dua juta orang. Maka ini akan kami upayakan dengan semaksimal mungkin agar capaian tersebut bisa terwujud,” ungkap Azis dalam pemaparan kegiatan “Coffee Morning antara Pimpinan dan Anggota DPRD Bersama Unsur Eksekutif” di Gedung Griya Sawala, Senin (7/1/ 2019).

Dia menyebutkan, dengan metode dan cara yang dilakukan yakni, membuat Kota Cirebon bersih, hijau dan tertib terlebih dahulu. Sehingga, jika ketiga aspek target  bisa tercapai, maka akan lebih banyak wisatawan yang berkunjung ke Kota Cirebon.

Karena, lanjut dia, wisatawan  butuh kenyamanan saat berkunjung ke suatu daerah. “Oleh sebab itu, jika ketiga faktor tersebut bisa tercapai, otomatis angka kunjungan wisatawan ke Kota Cirebon juga akan lebih meningkat. Kami akan bekerja sekuat tenaga, dibantu dengan SKPD terkait dalam pelaksanaan untuk bisa mencapai tujuan tersebut,” jelas dia.

Dalam  acara coffee morning seperti yang dilakukan, kata Azis, merupakan bentuk komunikasi antar dua lembaga yang tujuannya sama. Yakni mengabdi pada kepentingan masyarakat luas, khususnya di Kota Cirebon. Dengan adanya kegiatan rutin ini maka komunikasi yang dilakukan bisa lebih lancar dan tanpa sekat.

“Sehingga tidak ada perasaan lain yang bisa merenggangkan hubungan kita sebagai sesama pengabdi masyarakat. Untuk itu, kami meminta kepada pimpinan DPRD Kota Cirebon agar acara coffee morning bisa dilakukan minimal sebulan sekali. Sehingga kelancaran komunikasi di antara mereka bisa terus terjaga,” harap Azis.

Alat-alat penunjang

Sejalan dengan itu,  Wakil Walikota Cirebon  Eti Herawati juga turut melaporkan sejumlah kerja yang sudah dilakukan seperti memindahkan dua TPS, yaitu TPS di Jalan Wahidin dan TPS di Kesambi. Ke depan pemindahan lokasi yaitu TPS di Jalan Wahidin ke TPS Krucuk yang sudah ditetapkan sebagai TPS terpadu. Nanantinya akan disiapkan mesin pencacah dan alat-alat penunjang lainnya.

“Sedangkan untuk TPS Kesambi yang digunakan warga di 4 kelurahan, baru akan dilakukan simulasi pengangkutan sampah di sejumlah RW dengan menggunakan TPS mobile,” ujarnya.

Eti menambahkan, pihaknya telah membentuk forum CSR di Kota Cirebon yang diketuai oleh BJB.  Bahkan, untuk susunan kepengurusannya dalam waktu dekat akan dibentuk.

“Keberadaan CSR ini sangat penting. Karena untuk membangun Kota Cirebon, khususnya untuk meningkatkan kunjungan pariwisata, dana APBD Kota Cirebon terbatas, jadi harus ada partisipasi dari pihak lain,” ungkapnya.

Karenanya, kata Eti, dibutuhkan peran serta pihak swasta untuk turut membangun pariwisata di Kota Cirebon. Sedangkan untuk Alun-alun Kejaksan, diharapkan pembangunannya akan dimulai Juni mendatang.

“Diharapkan pada 2020 sudah ada alun-alun cantik di Kota Cirebon. Semua bisa tercapai dengan adanya kerja sama semua pihak, termasuk dengan DPRD Kota Cirebon,” aku dia.(C-10)