KONDISI jalan penghubung antara Desa Luwung hingga Desa Suci, Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon, yang rusak, Senin (21/1/2019).* Supra/KC Online

Oleh Supra Mardodo-Kabar Cirebon

TAK ada rotan, akar pun jadi. Tak ada jalan mulus, jalan rusak tetap diminati. Sepertinya, pribahasa ini yang tepat untuk masyarakat dan pengguna jalan, saat melintasi jalan penghubung antara Desa Luwung hingga Desa Suci, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon.

Kondisi jalan berbatu dan berlumpur usai hujan, sepertinya tak menjadi penghalang bagi pengguna jalan untuk melintas di jalan tersebut. Namun demikian, harapan besar masyarakat dan pengguna jalan kepada pihak terkait agar segera memperbaiki jalan tersebut.

Jalan alternatif menuju tempat pelayanan publik seperti kantor kecamatan, Polsek dan tempat pelayanan kesehatan, salah satunya puskesmas, mestinya menjadi perhatian pemda setempat. Lantaran jalan rusak tersebut merupakan akses vital masyarakat. Sehingga perlu adanya penanganan serius dari pihak terkait untuk memperbaikinya.

Menurut salah seorang warga Desa Luwung, Budiutomo, kondisi jalan rusak sudah berlangsung di kisaran tiga tahun. Namun, hingga kini tak kunjung diperbaiki.

“Meski jalan ini rusak, pengguna jalan banyak yang melintasi. Khususnya, yang ingin ke kantor kecamatan, Polsek maupun puskesmas. Karena ini jalan yang cukup vital,” katanya, Senin (21/1/2019).

Senada dikatakan warga Desa Suci, Eliyah. Dirinya mengaku sangat kesulitan saat melintasi jalan tersebut, terutama usai hujan. “Kalau malamnya hujan, tentu jalanan licin dan membahayakan,” keluhnya.

Dirinya mengharapkan, pihak terkait segera merealisasikan perbaikan jalan ini guna mempermudah masyarakat dan pengguna jalan. “Bayangkan sudah di kisaran tiga tahun jalan rusak tapi belum juga diperbaiki,” imbuhnya.

Sementara itu, Camat Mundu August Pentristianto menjelaskan, pihak kecamatan pada tahun lalu sudah mengajukan akan tetapi belum direalisasi. Meski begitu, tahun ini akan diajukan lagi melalui musrenbang kecamatan. “Akan kami upayakan perbaikan jalan tersebut,” ujarnya.

Selain itu, lanjut August, kondisi kantor kecamatan yang memprihatinkan, sehingga perlu segera diperbaiki. “Bagian atap yang rusak parah dikhawatirkan akan ambruk sebelum anggaran perbaikan cair. Pihak kecamatan sudah mengajukan ke kabupaten untuk adanya rehab. Tapi, hingga kini belum realisasi. Meski kondisi bangunan kantor kecamatan memprihatinkan, tak mengganggu pelayanan masyarakat,” papar dia.

Dirinya mengharapkan, tahun ini perbaikan kantor kecamatan dapat direalisasikan, begitupun perbaikan jalan penghubung antar desa tersebut. Bahkan, kalau bisa ada perbaikan penerangan jalan yang mati.***