Bank Indonesia Perwakilan Cirebon/Epih/KC Online.*

CIREBON,(KC Online).-

Kantor Bank Perwakilan Bank Indonesia (Kpw/BI) wilayah Cirebon memprediksi pada 2019 kebutuhan dan perputaran uang kartal melalui lembaga keuangan perbankan di wilayah ini bisa mencapai Rp 16.3 triliun. Jumlah tersebut naik hingga 5,2 persennya dari 2018 sebesar Rp 13 triliun.

Kepala Kpw BI wilayah Cirebon, M.Abdul Majid Ikram didampingi Kepala Tim Sistem Pembayaran Pengedaraan Uang Rupiah dan Keuangan Inklusi Kpw BI Cirebon, Yukon Afrinaldo mengungkapkan, dari kebutuhan perputaran uang tersebut, dalam tiap bulan mencapai Rp 1,3 triliun. Sedangkan, keterjagaan dari uang yang dilakukan BI sendiri rata-rata itu sebesar Rp 2,6 triliun.

“Karenanya tidak akan ada masalah bagi kalangan perbankan dalam melayani kegiatan transaksi keuangan masyarakat,” ujar Yukon Afrinaldo kepada KC, Selasa (8/1/2018).

Menurutnya, jumlah kebutuhan uang pada tahun ini, diprediksikan mengalami kenaikan dari 2018. Kenaikan tesebut, lanjutnya, terlebih didorong pertumbuhan ekonomi pada  2019.

“Meski demikian nantinya akan kita lihat pertumbuhannya. Terlebih, dengan telah gencar diberlakukan gerakan pembayaran non tunai (GPNT) apakah dapat tidaknya memberi pengaruh terhadap komposisi perputaran uang kartal 2019 di wilayah Cirebon ini,” tuturnya.

M.Abdul Majid Ikram menyebutkan, dari kebutuhan dan perputaran uang kartal melaui perbankan maupun dari transaksi pembayaran non tunai hanya sebagian kecil saja dari acuan PDRB wilayah Cirebon mecapai sekitar Rp 160 triliun.

“Dari uang yang dikelola BI Cirebon sebesar Rp 2,6 triliun itu terdiri dari uang kartal yang ada di perbankan, juga beredar di masyarakat. Termasuk pada acuan PDRB yang mencapai Rp 160 triliunnya itu ada dari sebagianya bersumber dari pembayaran non tunai. Karenanya, BI pada tahun ini akan terus berupaya memaksimalkan agar masyarakat lebih memahami fungsi dan manfaat pembayaran non tunai,” katanya.

Sementara mengenai perdaran uang palsu (upal), Yukon Afrinaldo menuturkan, perdaran upal dalam tiga tahun terakhir, di wilayah III Cirebon ini  mengalami penurunan. Yakni di  2015 tercatat sebanyak 16.804 lembar, lalu di  2016 turun menjadi 7.777 lembar, dan pada 2017 kembali menurun menjadi sebanyak 6.093 lembar dari berbagai pecahan.Kemudian pada 2018 jumlah upal yang ditemukan beredar mencapai 5.284 lembar.(C-11)