SEJUMLAH pemulung sedang mencari sisa sampah yang masih berguna di TPA Gunung Santri Kec.Palimanan Kab.Cirebon, Senin (7/1/2019).* Iwan/KC Online

CIREBON, (KC Online).-

Lokasi pengganti tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Gunung Santri Desa Kepuh, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, hingga kini masih dikaji pemerintah daerah (pemda) setempat.

Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, H Dicky Saromi mengaku, dengan habisnya masa kontrak membuang sampah di TPA Gunung Santri, maka Pemkab Cirebon tengah mecari penggantinya.

“Pasalnya, kontrak hanya satu tahun. Sejumlah tempat tengah dikaji. Ada tiga tempat untuk pengganti TPA Gunung Santri, tapi lokasinya masih dalam kajian dinas terkait,” kata Dicky kepada KC, Senin (7/1/2019).

Ia mengaku sudah meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) setempat untuk mengkaji dan menyiapkan pengganti TPA Gunung Santri.

Dicky mendorong TPA regional bisa segera terwujud yang rencananya akan dibangun di Kabupaten Cirebon. TPA ini keberadaannya sangat bermanfaat, sebab bukan hanya untuk masyarakat di daerahnya, tapi se-Wilayah III Cirebon. Hanya saja TPA regional kewenangannya ada di Provinsi Jawa Barat.

“Kami ingin TPA regional ini segera ada di Wilayah III Cirebon, agar tidak lagi kesulitan membuang sampah,” harap Dicky.

Menurutnya, persoalan sampah bukan hanya kewenangan Pemkab Cirebon, tetapi seluruh elemen yang ada di daerahnya, termasuk seluruh masyarakat. Sebab, yang paling utama adalah kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.

Tak hanya itu, pemerintah desa juga perlu mengedukasi masyarakat, agar tidak membuang sampah sembarangan dan mengelola sampah menjadi barang yang bermanfaat.

“Persoalannya bukan pada TPA, tapi bagaimana masyarakat di tingkat desa bisa memanfaatkan sampah menjadi nilai jual tinggi, selain itu bisa mengurangi sampah di masyarakat,” tambah Dicky.(C-15)