KEPALA Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Ali Effendi saat mendatangi Mapolresta Cirebon memenuhi undangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (17/1/2019).* Iskandar/KC Online

CIREBON, (KC Online).-

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami dan mencari bukti dari sejumlah saksi terkait dugaan kasus jual beli jabatan dan fee proyek yang melibatkan Bupati Cirebon nonaktif, H Sunjaya Purwadisastra. Pemeriksaan kepada saksi-saksi ini masih dilakukan di ruang Bhayangkari Mapolersta Cirebon, Kamis (17/1/2019).

Dalam jadwal yang beredar dan informasi yang berkembang, hari ke-4 pemeriksaan ini melibatkan beberapa pihak swasta dan beberapa pihak lainya serta anak Bupati Sunjaya, Satria Robi.

Meski demikian, pada kenyataannya pemeriksaan ini masih banyak aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon yang mendatangi Mapolresta Cirebon untuk menjalani pemeriksaan.

Beberapa ASN yang terpantau mendatangi Mapolresta Cirebon antara lain, Nanang S (Camat Sumber yang pernah menjadi Camat Talun), Carsono (Camat Kapetakan), Muklas (Camat Losari), Hermawan (Camat Kedawung), Iman Supriadi (Camat Gempol), H Sarka, (Camat Palimanan) dan Bambang (Camat Ciwaringin).

Selain sejumlah camat, beberapa ASN juga terpantau mendatangi Mapolresta Cirebon yakni, Ali Efendi (Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon), Wasman (Sekretaris Dinas Pertanian), Sobana (mantan Sekretaris Dinas Pertanian), Sudiharjo (Kabid PNF Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon) dan Kusaeri (Mantan Camat Kedawung dan mantan Kepala BPBD Kabupaten Cirebon).

Selain pemeriksaan terkait mutasi dan setoran, pemeriksaan KPK lali ini difokuskan kepada aset-aset Bupati Sunjaya Purwadisastra di beberapa titik di Kabupaten Cirebon. Hal itu diketahui dari beberapa ASN yang telah selesai diperiksa oleh KPK.

Dalam pemeriksaan kali ini mayoritas camat diberikan pertanyaan oleh KPK mengenai aset Bupati Sunjaya. Camat Sumber, Nanang Supriyatno mengakui pertanyaan yang diberikan oleh KPK kali ini lebih fokus kepada aset Sunjaya, meskipun soal mutasi dan rotasi juga masih ditanyakan oleh KPK.

“Ya selain mutasi, juga ditanyakan soal aset Bupati Sunjaya saat saya masih menjabat sebagai Camat Talun,” kata Nanang, Kamis (17/1/2019).

Kelengkapan data

Nanang menambahkan, saat dirinya menjabat sebagai Camat Talun pada 2017-2018 ada 19 bidang berupa hamparan tanah milik Bupati Sunjaya. Nanang juga mengaku sekaligus membawa kelengkapan data yang diminta oleh penyidik KPK.

“Ditanya juga soal aset saat saya jadi Camat Talun. Ada beberapa aset di Desa Kubang beberapa hektare,” katanya.

Pensiunan PNS yang pernah menjabat Camat Kedawung pada tahun 2015 dan mantan Kepala BPBD pada tahun 2018, Kusaeri mengatakan, dirinya juga diberikan beberapa pertanyaan oleh KPK seputar aset dan mutasi rotasi. Kusaeri juga mengaku ditanya KPK mengenai pemberian kepada Bupati Sunjaya.

“Saya ditanya ngasih enggak ke Bupati Sunjaya, ya saya jawab tidak pernah. Saya juga ditanya soal aset,” kata Kusaeri.

Sementara itu, Camat Palimanan, H Karsa mengatakan hal serupa. Dirinya juga ditanya beberapa pertanyaan mengenai aset Bupati Sunjaya. Sampai pukul 18.00 WIB, beberapa ASN di antaranya Ali Efendi dan Wasman terpantau masih berada di ruang Bhayangkari Mapolresta Cirebon. “Kalau aset di Palimanan ada delapan bidang totalnya,” ungkap Karsa.(C-18)