MANTAN striker Persib Bandung yang kini memperkuat Tudor FC, Zaenal Arief menerobos hadangan pemain bertahan Tim Askab U-40 Cirebon dalam laga Fun Game Trofeo U-40, di Stadion Brajaguna Sakti, Desa Cipasung, Kecamatan Darma, Sabtu (5/1/2019). Erix/KC Online

KUNINGAN, (KC Online).-

Meski diperkuat mantan pemain bintang Persib Bandung, Zaenal Arief dan Erik Setiawan, tim sepak bola Tudor FC U-40 Cipasung tidak mampu meraih juara dalam Tudor Trofeo U-40, yang diselenggarakan Pemerintah Desa Cipasung, Kecamatan Darma, di Stadion Brajaguna Sakti, Dusun Wage desa setempat, Sabtu (5/1/2019).

Dalam pertandingan pertama yang mempertemukan Tudor FC U-40 dengan tim Askab U-40 Cirebon, tim tuan rumah harus menelan pil pahit setelah kalah telak dengan skor 0-4.

Kemudian di pertandingan kedua melawan PSIT U-40 Kota Cirebon, Tudor FC U-40 sedikit membuka asa agar tidak langsung tersingkir dari pertandingan trofeo tersebut. Karena, sampai empat puluh lima menit atau setengah babak untuk waktu pertandingan normal, skor kaca mata tidak berubah sampai pluit akhir pertandingan dibunyikan wasit yang didatangkan dari Askab Majalengka.

Padahal beberapa kali Zaenal Arief dan para pemain Tudor FC U-40 lainnya sering mendapatkan peluang di depan gawang PSIT U-40. Setelah mampu meningkatkan pola permainan tim dan Tudor FC menguasai lini pertahanan PSIT.

Sayang dalam adu penalti yang menjadi penentu, kedua mantan bintang Persib malah gagal mengeksekusinya, hingga langsung mengandaskan harapan tim tuan rumah. Maka, laga ketiga bisa dikatakan langsung sebagai final yang mempertemukan kedua tim tamu.

Para pendukung tim tuan rumah tak lantas kecewa, di akhir pertandingan banyak dari mereka yang mengejar idola Persib untuk berebut mendapat kesempatan berswafoto.

“Kiranya ini hanya fun games saja, jadi yang penting meriah, lancar, sukses, tidak terjadi kisruh antar pemain juga supporter. Dan, saya sangat senang sekali bisa tampil dalam pertandingan ini, apalagi sambutan dari warga Kuningan begitu baik sekali.
Tudor FC adalah tim bagus, mungkin kalau sebelumnya saya ikut latihan bersama tentunya permainan kolektif tercipta, solid, lebih padu.
Mengenai tendangan penalti yang tidak gol, saya mencoba teknik panenka, hanya saja kiper lawan bermain bagus juga,” kata Zaenal Arief kepada “KC Online” ditemui usai pertandingan.

Sementara Erik Setiawan mengungkapkan, faktor lapangan yang tidak rata dan basah sehabis diguyur hujan membuat permainan menjadi kurang optimal. Dirinya mengaku sulit mengirimkan umpan matang kepada Zaenal Arief yang bermain sebagai striker.

Erik yang sejatinya seorang fullback, di awal pertandingan bermain sebagai stopper, dan melihat lini tengah tidak bisa menyuplai bola kepada penyerang, ia lantas seolah bermain seperti playmaker, atau bahkan trequartista. Mulai dari membangun serangan dari tengah, hingga berlari ke sektor sayap lalu menusuk dan memberikan terobosan kepada barisan depan Tudor FC U-40.

Ditanya soal Persib Bandung sekarang, sebagai mantan pemain Erik menuturkan, untuk menatap musim depan Persib sepatutnya bergerak cepat dalam merekrut pemain yang dibidik pelatih. Karena pelatih untuk musim depan sudah ada, sehingga pemain yang direkrut bukan merupakan bidikan menajemen, apalagi titipan.

Dirinya pun turut menyesalkan Persib hingga terkena sanksi berat akibat insiden yang menewaskan seorang supporter The Jak oleh Bobotoh, ketika melawan Persija di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) di Liga 1 2018.

“Semestinya musim kemarin Persib juara liga. Karena kans untuk juara sangat terbuka sekali sebelum sanksi berat yang membuat frustasi semua pemain, pelatih, dan manajemen, sampai mentalnya menciut. Kalau melihat di kancah internasional, Inter Milan yang baru kemarin kena kasus serupa malah hukuman yang diberikan federasi sepakbola Italia cuma melarang Inter Milan menjalani partai usiran kandang sebanyak dua pertandingan saja,” katanya.

Kemudian mengenai isu mafia sepak bola, kata Erik, hal tersebut sering terjadi sejak dulu. Karena itu dirinya sangat mendukung langkah yang dilakukan kepolisian dengan membentuk Satgas Anti Mafia Bola yang dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Kepala Desa Cipasung, Nanang Nuryadi, mengemukakan pertandingan itu adalah sebagai partai hiburan dari penyelenggaraan Open Turnament Brajaguna Sakti Cup Cipasung, yang mempertandingkan 30 klub sepak bola se-Kabupaten Kuningan, sebelum laga final yang mempertemukan Rimba Antara FC dari Desa Cimulya, Kecamatan Cimahi, melawan kesebelasan STKIP Muhammadiyah Kuningan dan perebutan juara ketiga, antara Ciporang FC, dari Kecamatan Kuningan, melawan Gemilang Raya dari Kecamatan Cidahu.

“Selaku kepala desa, saya berterima kasih dan memberikan apresiasi positif untuk Karang Taruna Medal Anjung yang mampu menyelenggarakan even ini, bahkan dapat mendatangkan bintang seperti Zaenal Arief, Erik Setiawan, bahkan sampai Kang Toto MC kondang dari Bandung yang ikut rombongannya pun turut bermain juga memperkuat Tudor FC. Dan selamat buat PSIT U-40 yang berhasil meraih juara Tudor Trofeo U-40 setelah mengalahkan Tim Askab Cirebon dengan skor 1-0,” tuturnya.(Erix/KC Online)