KONDISI tanggul Sungai Jamblang yang hampir menggerus rumah warga yang tinggal di Desa Sitiwinangun, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon, Selasa (15/1/2019).* Ismail/KC Online

Oleh Ismail Marzuki-Kabar Cirebon

ABRASI tanggul Sungai Jamblang menjadi sesuatu yang menakutkan bagi warga yang tempat tinggalnya hampir tergerus. Utamanya sejumlah rumah warga di sepanjang tanggul sungai di Desa Sitiwinangun, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon.

Sebab, sejumlah rumah yang ada di dekat tanggul sungai tersebut terancam longsor. Bahkan, rumah mereka ada yang hanya kurang dari satu meter dari bibir Sungai Jamblang. Apalagi di saat musim penghujan seperti sekarang ini, rasa was-was yang dirasakan pun semakin bertambah.

Menurut Kuwu Desa Sitiwinangun, Ratija, sedikitnya ada tiga rumah warga yang kondisinya sangat mengkhawatirkan, karena berada di bibir Sungai Jamblang. Bahkan pondasi rumahnya sudah hampir tergerus.

Selain tiga rumah tadi, ada juga lima rumah warga lainnya yang sama terancam. “Jadi jumlahnya ada delapan rumah warga sini yang terancam kena longsor akibat tanggul sungai mengalami abrasi,” kata Ratija kepada KC, Selasa (15/1/2019).

Ia menjelaskan, awalnya abrasi Sungai Jamblang ini diakibatkan oleh banjir bandang yang terjadi pada 2018 lalu. Meski saat itu, lokasi tersebut sudah ditinjau Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon dan Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung (BBWSCC), namun sampai sekarang tak kunjung ditangani.

“Memasuki musim penghujan ini, tentu warga sangat khawatir, selalu was-was. Karena sampai sekarang belum ada penanganan sama sekali dari pihak terkait,” ungkap Ratija.

Ia mengaku tak bisa berbuat banyak, sebab tanggul yang mengancam rumah warganya adalah kewenangan BBWSCC. Sebab, jika ditangani desa tentunya akan menjadi temuan. Hal itu pula yang selalu ia jelaskan ke warga agar mereka memahami kewenangan dan tupoksinya.

“Saya sampaikan ke warga bahwa ini bukan kewenangan desa. Jadi kami minta kepada instansi yang berwenang untuk segera menanganinya, jangan menunggu ada musibah longsor baru ditangani,” katanya.

Bahkan, menurut Ratija, sepanjang 300 meter tanggul Sungai Jamblang yang ada di Desa Sitiwinangun terancam longsor. Makanya  ia kembali berharap agar BBWSCC selaku yang berwenang, segera bertindak.

Sejauh ini, lanjut Ratija, bantuan yang diberikan pemerintah untuk rumah-rumah di sepabjang Tanggul Jamblang baru berupa perbaikan rumah tak layak huni (rutilahu) sebanyak 20 unit.

“Ada bantuan rutilahu untuk 20 unit pada tahun 2018 dari pemprov dan satu unit dari Baznas Kabupaten Cirebon,” jelas Ratija.***