Grage Sangkan Hotel & Spa, yang terletak di Jalan Raya Sangkanurip, Desa Bandorasa Wetan, Kecamatan Cilimus, menghadirkan coffee shop dengan nuansa keindahan alam sawah perdesaan, yang diberi nama ‘Padi Coffee Shop’. Rabu (24/01/2018). Erix/KC Online

KUNINGAN, (KC Online).-

Pesona wisata alam unggulan Kabupaten Kuningan mampu dibaca dengan baik oleh Grage Sangkan Hotel, dengan menyelaraskan perwujudan Kuningan sebagai kabupaten agropolitan dan agrowisata, dengan menyuguhkan wahana rekreasi “Nature Walk”.

General Manager Grage Sangkan Hotel Spa, Euis,
“Nature Walk” merupakan program untuk lebih memperkenalkan wisata alam di sekitar hotel. Sehingga pengunjung selain dapat menikmati suasana pedesaan, juga akan diajak beraktifitas bagaikan hidup berada dalam khazanah nuansa desa tradisional.

“Pengunjung akan diajak memandikan kerbau di sungai, menanam padi atau bercocok tanam, berselancar menggunakan ban dalam mobil truk bekas pada saluran irigasi, serta dapat menikmati hidangan makanan tradisional,” katanya, Rabu (16/1/2019).

Manager Marketing sekaligus Public Relation Grage Sangkan Hotel, Juni Listia menuturkan, sejauh ini pihaknya selalu bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Kuningan, khususnya dengan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar), dalam menerima saran serta masukan gagasan guna pengembangan industri hotel yang menunjang pariwisata daerah.

Apalagi, Kabupaten Kuningan sebagai kabupaten konservasi, maka pelaku industri harus ramah lingkungan, dan turut menjaga kelestarian alam.

“Bayangkan, angin sepoi-sepoi, hamparan sawah, aliran sungai, dan saluran irigasi dengan air yang bening, ditambah asri dengan pepohonan rindang hijau sepanjang mata memandang.
Senyum ramah dan kearifan lokal Dusun Sitonjul (Simenyan, Tonjong, dan Munjul) Desa Sangkanhurip, Kecamatan Cigandamekar.
Semua pemandangan alami tersebut, pasti banyak di antara kita yang menyukainya, bahkan tidak sabar untuk menikmati keindahan alam.
Kami suguhkan bagi yang hendak berlibur dan menghilangkan penat dari rutinitas sehari-hari, atau mungkin yang jenuh dengan suasana hiruk-pikuk budaya kota modern,” tuturnya.(Erix/KC Online)