Suharyadi

CIREBON, (KC Online).-

PDAM Kabupaten Cirebon menargetkan 5.270 sambungan baru pada 2019 ini. Direktur Utama PDAM Kabupaten Cirebon Suharyadi mengatakan, untuk penambahan sambungan baru ini pihaknya akan bekerja sama dengan pihak Kuningan untuk penambahan debit air.

Selain itu, di tahun yang sama, PDAM pun akan membangun infrastruktur dari lampu merah Mountoya ke Kedawung. Di wilayah perbatasan ini, khususnya di jalan Sultan Ageng Tirtayasa, banyak pemukiman mewah, namun ironisnya kawasan ini belum memiliki sumber air bersih karena memang belum ada sambungan PDAM.

“Pada tahun ini juga kita akan bangun infrastruktur dari Mountoya ke Kedawung, pembiayaannya berasal dari APBN, di sekitar wilayah itu banyak perumahan elit tapi tidak memiliki sumber air bersih,” ujar Suharyadi, Selasa (8/1/2019).

Menurutnya, saat ini para calon pelanggan di wilayah Kedawung sudah antri. Total sudah ada sekitar 8 ribu calon pelanggan yang berminat.

“Sebenarnya dengan iddle kapasitas kita yang mencapai 30 liter per detik, kita bisa mencapai 30 ribu pelanggan. Kita tergantung dari pihak Kuningan, kalau memungkinkan ada penambahan kapasitas air ya bisa ditambah pelanggannya,” katanya.

Untuk penyambungan pipa dari Mountoya ke Kedawung ini, menurutnya, sempat terganjal ole perizinan dari PT Jasa Marga, sebab di wilayah ini terdapat jalan tol.

“Harus ada uang sewa yang dikeluarkan, PT Jasa Marga tadinya mematok harga Rp 97 juta/tahun, namun akhirnya setelah ada koordinasi dan komunikasi bersama DPRD Kabupaten Cirebon kita bisa menyewa Rp 27 juta untuk tiga tahun,” ungkap Suharyadi.

Tambah pelanggan

Menurutnya, nilai Rp 27 juta untuk tiga tahun merupakan nilai sewa yang wajar. “Kita sendiri mengutamakan pelanggan rumah tangga yang memang sangat memerlukan air bersih. Pelanggan kita 97 persen adalah pelanggan rumah tangga, sisanya merupakan perusahaan kecil dan besar,” kata Suharyadi.

Dengan adanya target sambungan baru sebanyak 5.270 pada tahun ini, maka akan menambah jumlah pelanggan yang hingga akhir tahun lalu mencapai 38 ribu pelanggan.

“Kita memiliki 768 liter per detik, hanya masalahnya adalah sambungan pipa kita tidak mengumpul menjadi satu. Akibatnya banyak tekanan yang terbuang. Sebenarnya dengan 768 liter per detik, kita bisa memiliki hingga 60 ribu pelanggan, satu kali lipat dari jumlah pelanggan saat ini,” katanya.

Selain itu, PDAM pun telah mengusulkan adanya pembebasan lahan di perbatasan antara Gegesik-Kaliwedi.

“Melalui APBD kita telah meminta adanya pembebasan lahan di wilayah Gegesik-Kaliwedi, nantinya di lahan itu kita akan membuka SPAM baru, sebab di kawasan ini juga masih minim sumber air bersih,” kata Suharyadi.(C-09)