KEPALA Disbudpar Kab.Indramayu, H.Carsim bersama Ketua Pengurus Paguyuban Astadharma, Edy Mashudi (tengah) akan membesarkan kiprah paguyuban Astadharma di Bumi Wiralodra Indramayu, Sabtu (5/1/2019) malam. Ratno/KC Online

INDRAMAYU, (KC Online).-

Pengurus Paguyuban Ajang Silaturahmi Tosan Aji Dharma Ayu (Astadharma) Kabupaten Indramayu dideklarasikan dan dikukuhkan.

Deklarasi dan pengukuhan pengurus Paguyuban Astadharma yang berlangsung di area Barrak Café and Resto Cimanuk, Sabtu (5/1/2019) malam itu, dihadiri Kepala Disbudpar Kab. Indramayu, H. Carsim serta para komunitas penggemar keris dan pecinta benda pusaka yang ada di Kab. Indramayu.

Ditemui KC Online, Senin (7/1/2019), Ketua Pengurus Paguyuban Astadharma Kab. Indramayu, Edy Mashudi mengatakan, deklarasi dan pengukuhan pengurus Paguyuban Astadharma ini dipandang perlu sebagai wadah berkumpulnya para komunitas penggemar keris dan benda pusaka untuk lebih mempererat jalinan silaturahmi antar komunitas penggemar keris dan benda pusaka serta dalam upaya menjaga warisan budaya bendawi, sehingga keberadaan benda-benda pusaka sebagai benda peninggalan sejarah para sesepuh dan leluhur tetap terjaga dan terawat dengan baik.

Karena itu, pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mencintai budaya bangsa sendiri dan kepada para pengurus maupun anggota paguyuban Astadharma agar senantiasa menjaga kebersamaan dan silaturrahmi serta tetap istiqomah mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Secara pribadi, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada para komunitas penggemar keris dan benda-benda pusakayang telah mempercayakan kepada saya untuk mengemban amanah sebagai Ketua Paguyuban Astadharma. Insya Allah, melalui dukungan para pengurus maupun para anggota, saya akan berupaya membesarkan kiprah paguyuban Astadharma di Bumi Wiralodra Indramayu,” ujarnya.

Dikatakan Edy, melalui pameran benda-benda pusaka dan pengukuhan pengurus paguyuban Astadharma tersebut, diharapkan para generasi akan peka terhadap nilai-nilai sejarah dan budaya yang pernah ada di Bumi Wiralodra Indramayu. Insya Allah, kedepan paguyuban Astadharma akan mengadakan pameran pusaka yang lebih besar sebagai acara tahunan.

Sebagai generasi penerus dan pencinta budaya, wajib untuk menghargai dan merawat peninggalan sejarah para sesepuh dan leluhur serta sangat bersyukur karena keris Indonesia telah diakui oleh Unesco sebagai karya agung budaya dunia pada tanggal 25 November 2005 silam. Yang didasari pada aspek sejarah tradisi seni filsafat dan simbolis, karenanya pelestarian budaya perkerisan menjadi tanggungjawab bersama. Baik pemerintah, akademisi, komunitas maupun perseorangan.

Begitu pula, rasa antusiasme para penggemar keris dan benda pusaka dalam mengikuti pameran benda pusaka serta pengukuhan pengurus Astadharma tahun 2019 ini patut diberikan apresiasi karena melalui pameran tersebut selain dapat membangun hubungan harmonisasi antar komunitas penggemar keris dan benda pusaka juga mampu memperkenalkan benda-benda pusaka kepada masyarakat luas.

Dengan harapan, keberadaan paguyuban Astadharma mampu memberikan kontribusi positif kepada Pemerintah Daerah (Pemda) dalam bentuk pelestarian benda-benda pusaka sebagai warisan sejarah para sesepuh dan leluhur.

“Salah satu tujuan digelarnya pameran pusaka ini, selain sebagai ajang mempererat jalinan silaturrahmi antar komunitas penggemar keris dan benda-benda pusaka juga semata-mata sebagai bentuk pelestarian benda-benda pusaka yang dimiliki para komunitas penggemar keris dan benda pusaka. Kami mohon dukungan dari seluruh masyarakat Indramayu agar keberadaannya dapat memberikan yang terbaik bagi daerah,” katanya.(Ratno/KC Online)