Nanang Ruhyana

CIREBON, (KC Online).-

Musim penghujan hingga menyebabkan banjir, membuat banyaknya penyakit yang perlu diwaspadai. Bagi daerah rawan banjir, penyakit Leptospirosis sangat mengancam penduduk yang terdampak banjir tersebut.

Seperti diketahui, Leptospirosis sendiri adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira interrogans yang disebarkan melalui urine atau darah hewan yang terinfeksi bakteri ini.

Beberapa jenis hewan yang dapat menjadi pembawa Leptospirosis adalah anjing, hewan pengerat seperti tikus, dan kelompok hewan ternak seperti sapi atau babi.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon, Nanang Ruhyana mengimbau agar masyarakat yang berada di wilayah yang rawan banjir, mewaspadai datangnya penyakit Leptospirosis.

“Bakteri tersebut biasanya berada di daerah rawan banjir. Maka, masyarakat harus waspada terhadap penyakit ini (Leptospirosis, Red). Sebab, penyakit ini termasuk mematikan jika tidak ditangani dengan cepat,” kata Nanang kepada KC, Minggu (13/1/2019).

Ia menjelaskan, bakteri dari penyakit ini masuk melalui tubuh yang terluka. Jika terkena penyakit ini, penderita akan mengalami demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, sakit perut, nyeri pada hati dan ginjal.

Agar terhindar dari penyakit ini, cara pencegahannya, lanjut Nanang, dengan tetap menggunakan spatu boot, masker, sarung tangan dan pelindung lainnya. Selain itu, makan makanan yang higenis dan bersih agar tidak tercemar oleh bakteri mematikan.

“Antisipasi yang dilakukan dengan tetap menggunakan pelindung badan dan menjaga pola makan, terutama makanan yang bersih dan higenis,” katanya.

Selain mewaspadai penyakit itu, terang Nanang, penyakit yang sering terjadi saat dan pasca banjir antara lain diare, gatal-gatal dan batuk pilek. Ada pun langkah yang diambil pasca banjir biasanya memberikan kaporit pada sumur atau air yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

“Kaporit dapat menetralisir bakteri yang masuk pada air bersih usai banjir. Upaya lainnya yakni dengan memberikan obat-obatan seperti oralit, salep gatal, zink dan antibiotik,” tambah Nanang.(C-15)