Ketua DPC Projo Kabupaten Indramayu Agus Suwarjono . (Profil). Minggu (6/1/2019). Ratno/KC Online

Agus Suwarjono

SETELAH Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah secara resmi diberhentikan dengan hormat dari jabatannya seiring dengan terbitnya Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 131.32-8657 tahun 2018 tanggal 5 Desember 2018, H Supendi direncanakan dalam waktu dekat akan dilantik sebagai bupati pengganti definitif.

Sebagaimana diprediksi sebelumnya, H. Supendi yang sebelumnya sebagai wakil Bupati Kabupaten Indramayu akan dilantik menjadi Bupati Indramayu menggantikan Hj Anna Sophanah. Pelantikan tersebut akan dilakukan di Gedung Sate Bandung Jawa Barat.

“Kami mengucapkan selamat mengemban amanah kepada Bapak H. Supendi. Sebagai bupati baru, tentu saja beliau diharapkan bisa menyelesaikan berbagai pekerjaan rumah (PR) yang ada dalam pelaksanaan pembangunan di Indramayu,” ujar Ketua DPC Projo Kabupaten Indramayu Agus Suwarjono ketika bincang-bincang dengan KC Online di kantornya, Minggu (6/1/2019).

Sosok bupati yang baru harus mampu menuntaskan program-program mereka yang sudah dicanangkan sebelumnya, khususnya terkait tiga hal yaitu infastruktur, kesehatan, dan pendidikan.

Hal itu harus terus dilakukan karena pembangunan di wilayah Kabupaten Indramayu masih dirasa lamban dan belum mengalami kemajuan secara signifikan. Bahkan masih cenderung tertinggal di banding kabupaten-kabupaten lainnya yang ada di wilayah Jawa Barat.

“Bupati baru harus membuat kebijakan-kebijakan kreatif dalam membuat terobosan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indramayu,” katanya.

Menurut Agus, bidang yang harus menjadi prioritas dan harus terus ditingkatkan adalah infrastruktur, pelayanan publik, dan penciptaan lapangan kerja.

“Indeks pembangunan manusia Indramayu masih tergolong rendah dibanding daerah lainnya. Oleh karena itu kami sebagai komponen civil society terus mendorong upaya Pemerintah Kabupaten Indramayu untuk terus meningkatkan IPM dari tahun ke tahun.” terang mantan Ketua BPC HIPMI Indramayu.

Sebagaimana diketahui, dari tiga bidang yang diukur dalam IPM, tingkat pendidikan dan kesehatan masih rendah di Indramayu. Hanya tingkat daya beli masyarakat yang tinggi, hal ini menunjukan salah satunya karena sifat warga yang konsumtif.

Sikap konsumtif ini muncul akibat kekayaan alam yang berlimpah, terutama dalam bidang pertanian dan kelautan, sehingga masyarakat Indramayu cenderung merasa mudah untuk memperoleh uang. Karenanya, saat memperoleh uang, mereka akan langsung menghabiskannya dan sikap konsumtif ini harus terus menerus diminimalisir.

“Kita harus menuju masyarakat yang produktif, jangan sekedar menjadi target pasar dari produk orang atau daerah lainnya,” tegasnya.

Pemerintah daerah harus serius untuk menjadikan Indramayu sebagai sentra produk-produk unggulan, sehingga tidak selalu terjebak menjadi masyarakat yang konsumtif semata.

Dalam bidang birokrasi, Agus menekankan, terus dijalankannya reformasi birokrasi. Bupati yang baru harus mempunyai komitmen untuk menciptakan kinerja birokrasi yang unggul. Jangan pernah melanggengkan perilaku birokrasi yang koruptif dan kolusitif.

“Roda pemerintahan harus berjalan secara transparan dan akuntabel. Selain itu, pemerintah daerah jangan hanya menjalankan aturan yang ada, tapi berupaya untuk membangun inovasi dalam rangka meningkatkan pembangunan daerah,” katanya.

Menyambut Bupati Indramayu yang baru ini agar masyarakat Indramayu tetap menjaga kondusifitas daerah. Karena tugas membangun Indramayu bukan hanya tugas pemerintah daerah semata, melainkan juga peran aktif seluruh lapisan masyarakat.(Ratno/KC Online)