CIREBON,(KC Online).-

Begitu banyak yang berjualan serabi di Cirebon. Hampir di tiap sudut ada penjual serabi yang menjajakan dagangannya. Penganan yang nikmat untuk sarapan pagi ini murah meriah, dan hampir tidak ada yang tidak suka terhadap serabi.

Namun, tahukah Anda ada serabi istimewa di Cirebon? Kenapa disebut istimewa? Karena serabi yang dimaksud sangat khas dengan sambal terasinya. Jika biasanya banyak penjual serabi hanya menyediakan sambal biasa, atau bahkan tanpa sambal, nah serabi yang berada di depan kantor KPU Kabupaten Cirebon berbeda. Serabi ini sudah dikenal dari mulut ke mulut karena kenikmatannya.

“Saya sediakan sambal terasi yang cukup pedas, bisa dicocol oleh serabinya,” ujar Ela (25 tahun), penjual serabi di depan kantor KPU Kabupaten Cirebon, Jumat (11/1/2019).

Saat dicoba, perpaduan sambal terasi yang pedas akan menyatu bersama serabi dengan rasa original. Perpaduan rasanya lumer di mulut, dan menimbulkan sensasi ingin terus menambah. Ela juga menyediakan gorengan tempe dengan kekeringan yang pas, sehingga kenikmatan antara sambal terasi, gorengan dan serabi menjadi paket yang lengkap.

“Rata-ratanya yang datang ke sini memang ketagihan akan sambalnya, dan biasanya mereka makannya di tempat karena akan lebih nikmat,” ujarnya.

Ela sendiri baru empat tahun lamanya berjualan serabi depan kantor KPU ini. Lokasinya yang strategis karena juga cukup dekat dengan Mapolres Cirebon, membuat serabi buatan Ela laris manis.

“Saya buka dua kali dalam satu hari, yaitu pagi jam 5 pagi sampai setengah 9 pagi, dan jam 11 siang sampai jam 1 siang,” ungkapnya.

Namun, saking larisnya, biasanya serabi ini ludes hanya dalam waktu satu jam saja!

“Saya mematok adonan serabi hanya 5 kilogram satu harinya. Kalau sudah kehabisan ya pembeli kan bisa datang besok lagi. Saya sendiri tak ada hari libur saat berjualan, Minggu pun tetap buka,” ungkapnya.

Seperti halnya serabi yang lain, serabi buatan Ela murah meriah. Ia mematok harga paling murah hanya seribu, dan paling mahal pun hanya Rp 3.500.

“Jualan serabi kan ga usah mahal-mahal, yang penting jualannya laris manis,” ungkapnya.

Jika ada pembeli yang tidak suka dengan rasa pedas, Ela pun menyediakan serabi manis coklat.

“Rasanya tidak terlalu manis, sedang-sedang saja, sebab kalau terlalu manis justru tidak enak,” ujarnya. (Fanny)