ASDA II H Dadang Supardan bersama keluarga besar Yayasan Pendidikan Bhakti Husada Kuningan, dan jajaran petingi kampus STIKKU, melakukan seremoni gunting pita sebagai tanda peresmian penggunaan Lapangan Olahraga Serbaguna Kampus, Kamis (17/1/2019). Erix/KC Online

KUNINGAN, (KC Online).-

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuningan mengapresiasi keberadaan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan (STIKKU) yang turut berperan serta memberikan konstribusi dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi dalam bidang kesehatan.

Sehingga pemerintah daerah berharap STIKKU semakin meningkat lagi untuk menjadi institut.

“Saya begitu apresiatif untuk STIKKU dalam kurun setahun kemarin, dari ranking 510 peringkat nasional naik menjadi 415, bahkan kegiatan penelitiannya sudah mampu dipresentasikan pada kancah internasional. Tentunya pemerintah daerah berharap STIKKU semakin meningkat lagi untuk menjadi institut,” kata Asisten Daerah (Asda) Bidang Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Kuningan , H. Dadang Supardan saat menghadiri tasyakur Dies Natalis ke-12 STIKKU, Kamis (17/1/2019).

Dia mengemukakan, untuk mencapai tujuan bidang kesehatan yaitu terwujudnya masyarakat yang mandiri untuk hidup sehat diperlukan sumber daya manusia yang handal, berkualitas dan mempunyai kompetensi dibidang masing-masing.

Tuntutan masyarakat akan pelayanan kesehatan semakin tinggi dan sekaligus membutuhkan banyak tenaga pada bidang kesehatan terutama untuk di pedesaan, sehingga dapat terpenuhinya derajat kesehatan yang baik di Kabupaten Kuningan secara merata.

“Keberadaan STIKKU harus menjadi penggerak bidang pendidikan, khususnya di Kabupaten Kuningan sebagai fondasi utama dalam gerakan kesehatan melahirkan generasi penerus pembangunan, dan SDM yang berkualitas.
Pemerintah Daerah senantiasa membuka untuk bersama-sama bersinergitas demi mewujudkan hal itu.
Pada acara kali ini juga ada tausiyah yang disampaikan Habib Abdulloh Rifky Alaydrus dari Jakarta, semoga kita semua mendapatkan pencerahan untuk bekal hidup baik guna amaliyah juga ilmiah. Ke depan setelah saya meresmikan lapangan olahraga STIKKU, kami menunggu adanya peresmian masjid kampus di sini,” katanya.

Ketua STIKKU, Abdal Rohim, melalui Wakil Ketua I STIKKU, Cecep Heriana, mengungkapkan, untuk mewujudkan STIKKU menjadi sebuah institut setidaknya harus menambah tiga program studi (prodi).
Sementara yang sudah berjalan sekarang, yakni prodi Keperawatan, Kesehatan Masyarakat dan Kebidanan.

“Untuk menjadi institut setidaknya kampus harus memiliki 6 program studi S1, jadi rencananya STIKKU akan menambah 3 prodi S1 lagi, yaitu prodi Administrasi Kesehatan, Gizi, dan Pengobatan Tradisional Cina,” katanya.

Cecep menyebutkan, secara bertahap langkah tersebut akan ditempuh, dengan sekurangnya tiap tahun menambah satu program studi S1. Apalagi selama 12 tahun ini, STIKKU bersyukur sudah bisa memiliki 1.385 mahasiswa dengan menunjukkan tren peningkatan peminat. Kemudian dari beberapa kejuaraan yang diikuti dosen dan mahasiswa sudah bisa memberikan banyak prestasi sampai tingkat internasional.

“Kami berterimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Kuningan, dan kepada seluruh pihak yang selama 12 tahun ini telah banyak membantu demi kemajuan STIKKU,” ucapnya.(Erix/KC Online)