Telkomsel Merubah Masyarakat Desa Lebih Produktif

Oleh: Epih Pahlapi-Kabar Cirebon

DERASNYA arus informasi tidak lepas dari adanya perluasan jaringan yang dilakukan operator seluler.

Keberadaan operator seluler, selain sebagai penggerak telekomunikasi, juga dapat memudahkan masyarakat mengakses informasi, dan mempromosikan usahanya sehingga lebih berkembang.

Karenanya, dalam upaya menggerakkan sektor ekonomi kerakyatan, di sini perlunya komitmen suatu operator seluler di dalam memperluas cakupan jaringannya hingga ke pelosok perdesaan. Sebab, di desa yang paling terpencil sekalipun itu tidak sedikit dari warganya memiliki pontensi usaha bisa dikembangkan.

Tekomsel salah satu operator seluler terbesar di Tanah Air, melalui konsistensinya telah berupaya keras dalam mengembangkan seluruh jaringan Base Transceiver Station (BTS) hingga ke pelosok perkampungan yang terdapat ekonomi kerakyatan yang perlu terus digerakkan.

Seiring dengan makin berkembangnya teknologi, informasi, dan perluasan jaringan yang dilakukan Telkomsel, maka manfaatnya akan makin besar dirasakan tidak hanya oleh masyarakat perkotaan, juga perdesaan.
Seperti di Desa Puntang, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu misalnya, sebagian besar kalangan peternak ikan lelenya, tidak hanya dapat merasakan perkembangan arus teknologi informasi dan jaringan dari Telkomsel semata, mereka juga telah merasakan desa tersebut sebagai Kampung Perikanan Digital pertama kalinya di Indonesia.

Di Kampung Perikanan Digital ini, kalangan peternak ikan lele, lebih dimudahan tidak hanya dalam soal pembibitan, pemasaran, juga dalam pemberian pakannya.

“Dengan masuknya akses teknologi dan jaringan Telkomsel, manfaatnya bagi kami tentunya akan lebih terasa. Di desa ini, dalam satu tahun biasanya panen lele bisa dilakukan dua sampai tiga kali. Namun, dengan masuknya teknologi maupun jaringan Telkomsel ke desa ini, panen lele kami bisa dilakukan lima sampai enam kali dalam setahun,” ujar Cahrman, seorang peternak lele di desa tersebut.

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil, sebelumnya mengatakan, kampung digital Desa Puntang, bagian dari skenario Provinsi Jabar yang siap diewujudkan dalam revolusi industri 4.0.

Menurutnya, lewat program tersebut masyarakat desanya bisa memanfaatkan aplikasi digital untuk meningkatkan pendapatan serta mengembangkan potensinya.

Ridwan Kamil juga menjelaskan dengan hadirnya program Kampung Digital masyakat desa bisa menjadi lebih produktif. “Tak hanya urusan wifi-wifi, akan tetapi ini juga akan mengubah cara berdagang petani, mengubah cara berkomunikasi, memetakan potensi, mempromosikan wisata desanya melalui sebuah digital ekosistem,” ujarnya.

Vice President Corporate Planning Telkomsel Andi Kristianto mengatakan,Telkomsel berkomitmen untuk memerkuat keseriusannya dalam mengembangkan jaringan dan teknologi Internet of Things (IoT) untuk mewujudkan Digital Innovation Village di Indonesia.

“Ini juga telah diwujudkan melalui penerapan teknologi NB-IoT (Narrowband Internet of Things) di Kampung Perikanan Digital yang ada di kawasan pertambakan Losarang, Indramayu. Di mana, kita telah berkolaborasi dengan eFishery dan Japfa, dalam turut mendukung penerapan Teknologi NB-IoT dengan pemanfaatan mesin automatic fish feeder di kolam-kolam ikan untuk meningkatkan efisiensi pakan serta mempercepat siklus panen ikan,” beber Andi.

NB-IoT sendiri, lanjutnya, merupakan teknologi telekomunikasi terbaru yang dirancang secara khusus agar komunikasi antar mesin yang semakin masif dengan coverage jaringan telekomunikasi yang semakin luas dapat dilakukan secara efisien, serta penggunaan daya pada perangkat pengguna semakin hemat.

“Kami berharap dalam kolaborasi bersama bisa meningkatkan produktivitas dan efisiensi budidaya ikan melalui penerapan teknologi NB-IoT. Hal ini sejalan dengan visi kami untuk melakukan transformasi digital yang akan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat di masa yang akan datang,” ujar Andi. ***