Ali Imron, Ketua DPC PPP Kab. Majalengka. Jejep/KC Online

MAJALENGKA, (KC Online).-

Jajanan di lingkungan sekolah hingga saat ini masih banyak yang mengandung zat berbahaya. Umumnya pedagang menambahkan pengawet benzoat dan nitrit, serta pewarna berbahaya. Bahan-bahan tersebut dapat menyebabkan kanker.

“Hasil penelitian petugas Dinkes belum lama ini, pedagang di sekolah masih memakai pengawet jenis nitrit dan ini perlu diwaspadai,” kata anggota DPRD Kab. Majalengka, Ali Imron, kemarin.

Menurut Ketua DPC PPP Kab. Majalengka ini, masih banyaknya jajanan berbahan pengawet berbahaya itu diketahui setelah pihaknya mendapatkan kabar dari pihak terkait akan bahaya jajanan anak sekolah. “Umumnya setelah diteliti, jajanan di sekolah masih memakai pengawet yang membahayakan,” katanya.

Tidak hanya itu, beberapa jajanan pun biasanya mengandung e-coli dan tembaga. “Makanan yang mengandung e-coli menimbulkan gejala keracunan. Sementara untuk tembaga berpotensi memicu kanker,” jelasnya.

Maka dari itu, pihaknya meminta agar semua pihak turut aktif memantau jajanan di sekolah. Sebab pengawet berlebihan akan berdampak terhadap pertumbuhan dan kecerdasaan anak.

“Oleh karena itu, kami minta kepedulian semua pihak untuk memantau peredaran jajanan yang membahayakan, baik di lingkungan dalam ataupun luar sekolah,” imbaunya.

Pihaknya juga meminta agar dinas terkait mengambil sampel jajanan berbahaya secara kontinu. “Selanjutnya dinas teknis memberikan pembinaan rutin pada para pedagang agar secara berangsur tidak memakai bahan pengawet yang membahayakan,” katanya. (Jejep/KC Online)