PENGURUS Cabang Gerakan Pemuda (PCGP) Ansor Kabupaten Cirebon, HM. Ujang Busthomi memberikan sambutan pada Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) di Padepokan Anti Galau, Al Busthomi, Desa Sinarancang, Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon, Sabtu (9/2/2019). Supra/KC Online

MUNDU, (KC Online).-

Secara organisasi, Ansor belum menentukan dukungan pada pasangan calon (paslon) presiden. Demikian ditegaskan Sekretaris Umum Pengurus Wilayah Ansor Jawa Barat, Johan J Arwani.

“Hingga saat ini, kami belum menentukan dukungan pada salah satu paslon presiden. Kita tunggu saja, apakah mendukung salah satu paslon atau tidak,” tegasnya di sela acara Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) di Padepokan Anti Galau Al Busthomi, Desa Sinarancang, Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon, akhir pekan lalu.

Masih dikatakan Johan, kader Ansor sebaiknya tidak bersikap golput dan tetap menggunakan hak pilih untuk menentukan pilihan capres mendatang.

“Pengurus tidak boleh mengatasnamakan organisasi GP Ansor untuk mendukung salah satu pasangan capres. Dukungan hanya boleh diberikan atas nama pribadi dan kita menghargai sepenuhnya sikap politik pribadi kader yang menjatuhkan salah satu pasangan calon capres yang ada.
Hanya saja perlu ditunjukkan dengan cara yang bermartabat dan berakhlakul karimah, termasuk tidak dengan saling mencaci dan merendahkan antar pendukung,” jelasnya.

Menjadi pemimpin

Sementara itu, kegiatan PKL tersebut diikuti sekitar 200 peserta dari berbagai daerah. Bahkan, ada peserta dari Jawa Timur, Jakarta dan Banten. Diharapkan, peserta PKL ini dapat menjadi pemimpin yang dapat amanah dan dapat menghidupkan Ansor dalam berbagai bidang,” harap Johan.

Ketua Pengurus Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Kabupaten Cirebon, HM Unsng Busthomi mengungkapkan, PKL ini sebagai salah satu upaya pengurus cabang dalam mencetak pemimpin yang handal.

“PKL ini untuk mencetak dan menyiapkan generasi penerus NU, agar lebih baik dan profesional. Lebih mengamalkan ajaran Aswaja. Sehingga, terbentuk kader yang tangguh, berkarakter dan memahami nilai-nilai dasar perjuangan ke-NU-an dan ke-Ansor-an,” ungkapnya.

Pimpinan Padepokan Anti Galau, Al Busthomi ini menjelaskan, para peserta mendapatkan beberapa materi dari instruktur profesional yang terlatih. Sehingga materi yang didapat tidak sembarang.

“Diharapkan, setelah mendapatkan materi mengenai ke-NU-an dan ka-Ansor-an, para peserta menjadi pemimpin yang taat aturan dan menjadi pemuda pelopor dalam memajukan bangsa dan negara. Menjadi garda terdepan, melawan kelompok yang ingin memecah belah NKRI,” jelasnya. (C-12)