Nashrudin Azis, Walikota Cirebon. KC Online.Doc

KEJAKSAN, (KC Online).-

Walikota Cirebon, Nashrudin Azis menginstruksikan penempatan gedung sekretariat daerah (setda) baru setinggi delapan lantai dalam bulan ini.

Meski fasilitas di gedung baru tersebut belum lengkap, Azis menghendaki pemanfaatannya sesegera mungkin. Menginggat, sejak beberapa hari terakhir, aktivitas kepindahan para aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di Setda Kota Cirebon sudah mulai tampak sibuk. Mobil-mobil pengangkut barang membawa kelengkapan kantor, seperti arsip, lemari, meja, kursi, dan lainnya.

Sementara, pada Senin (11/2/2019), sejumlah kegiatan kembali dipusatkan di sekitaran Balai Kota Cirebon di Jalan Siliwangi, salah satunya apel pagi.

Gedung setda baru berdiri tepat di belakang gedung Balaikota lama yang menjadi salah satu bangunan cagar budaya. Sejak pembangunan gedung baru, walikota Cirebon bersama hampir seluruh pegawai setda dipindahkan ke area perkantoran di kawasan Bima, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon.

Sejumlah kegiatan pun sempat dialihkan di Bima, meski sebagian agenda Walikota Cirebon tetap dilakukan di BalaiKota lama. Azis menyampaikan, kepindahan pegawai setda akan dilakukan bertahap.

“Pindahan akan dilakukan bertahap karena kelengkapan kantornya belum sempurna, seperti mebeler kantor. Kami lakukan percepatan karena berbagai aspek yang telah terpenuhi,” ujar Azis kepada wartawan usai melakukan peninjauan gedung setda 8 lantai.

Menurutnya, bila harus menanti kelengkapan kantor sempurna, dibutuhkan waktu lama. Dia pun mengkhawatirkan pelayanan justru akan terganggu. Kepindahan secara bertahap, seraya menanti kelengkapan kantor sempurna, disebutnya sebagai langkah percepatan pemanfaatan. Pun dengan pelayanan akan segera dilakukan.

“Bulan ini semua pelayanan (yang sebelumnya dilakukan) di Bima, akan dilakukan di gedung baru ini. Kami lakukan percepatan pemanfataan meski belum lengkap fasilitasnya,” tegasnya.

Dua bagian

Soal perkantoran Bima sendiri, Azis berencana akan memfungsikannya sebagai kantor bagi dua bagian dinas. Dia mengingatkan, di area Bima, selain perkantoran terdapat pula Kolam Renang Catherine Surya yang berstandar nasional, sehingga layak dijaga.

“Di sana (Bima) ada fasilitas negara yang harus diurus, kolam renang dan perkantorannya. Kalau dibiarkan akan rusak, maka kami tempatkan dua bagian dinas di sana,” tuturnya.

Sementara itu, Asisten Daerah Bidang Administrasi Umum, Vicky Sunarya memperkirakan, persiapan penempatan gedung setda baru sejauh ini telah 90 persen. Sarana dan prasaran tengah dipersiapkan, sisanya tinggal menunggu perbaikan sejumlah fasilitas, di antaranya pemasangan pendingin ruangan (AC), pengoperasian eskalator, sekat utilitas, dan lainnya.

“Kami target akhir Februari ini sudah selesai semua, termasuk penataan kawasan parkir dan taman yang tengah berjalan,” bebernya.

Oleh karenanya, kata Vicky, proses mekanisme dalam penempatan pun telah ditempuh. Mulai dari pelaporan aset yang diurus dinas teknis hingga berkas penggunaan pun telah disetujui Walikota.

“Sudah dilakukan dan disempurnakan semua. Saat diserahterimakan yang masuk ke kami. Yang diawali dari dinas teknis yakni PU masuk ke bagian perlengkapan pengelolaan aset di BKD yang disetujui Sekda. Karena, kami hanya tinggal menempatinya saja,” katanya. (C-10)