ABDUH Nugraha menyerahkan bantuan kepada Arkiyem (82 tahun) warga Blok Sindangsari RT 06/03, Kelurahan Sindangkasih, Kecamatan/Kabupaten Majalengka yang tinggal sendiri di rumah gubuk nya, Kamis (7/2/2019). Tati/KC Online

MAJALENGKA, (KC Online).-

Bantuan terhadap Arkiyem (82 tahun) warga Blok Sindangsari RT 06/03, Kelurahan Sindangkasih, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka yang tinggal sendiri di rumah gubuk mulai mengalir dari sejumlah dermawan.

Pantauan KC Online, Kamis (7/2/2019), bantuan di antaranya datang dari Dinas Sosial Kabupaten Majalengka serta anggota PWI Majalengka Abduh Nugraha yang sama-sama memberikan bantuan sembako bersama uang. Bantuan diterima yang bersangkutan dan ketua RT setempat Didi Muhdi yang selama ini paling telaten merawat.

Dinas sosial datang membawa beras dan sarden serta bahan makanan lainnya. Demikian halnya Abduh Nugraha memberikan bantuan dari keluarganya berupa beras, minyak goreng, gula serta mi instan. “Ini bantuan dari keluarga kami sebagai bentuk kepedulian,” ungkap Abduh.

Kepala Keluragan Sindangkasih Dendi Supriadi serta Ketua RT Didi Muhdi menyampaikan ungkapan terimakasih atas bantuan yang diberikan untuk warganya tersebut.
“Semua bahan makanan ini akan kami berikan secara bertahap. Dia sudah tidak bisa memasak sehingga makanan diberikan matang,” ungkap Didi.

Demikian juga dengan uang, karena daya ingat Arkiyem sudah berkurang serta pelupa. Ketika dipegangi uang seringkali uang hilang.

Lurah Sindangkasih, Dendi mengungkapkan, untuk merenovasi rumah, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Camat Majalengka dan dalam waktu dekat akan segera direnovasi melalui bantuan rutilahu yang dananya bersumber dari baznas.

“Kami tadi juga sudah berkoordinasi kembali membahas pembangunan rumah Ma Arkiyem, diharapkan tidak lama lagi sudah bisa dibangun,” kata Dendi.

Sedangkan untuk kebutuhan makan sehari-hari sudah dimasukan dalam data kemiskinan yang berhak menerima bantuan rantang kadeudeuh dari Pemerintah Kabupaten Majalengka. Rantang kadeudeuh ini berupa pemberian makan dua kali sehari bagi keluarga miskin yang tidak memiliki keluarga.

Seperti diketahui Arkiyem tinggal di rumah gubuk berukuran 3 X 6 meter berdinding bilik dan triplek. Lantai rumahnya tanah yang saat hujan deras terkadang banjir dari pekarangan masuk ke dalam rumahnya.

Sebagian atap rumahnya juga terkadang bocor. Dia tak memiliki jamban sendiri sehingga ketika harus mandi atau buang air besar atau bahkan buang air kecil sekalipun harus berjalan terlebih dulu sejauh 30 meter. Penerangan listrik kini diperoleh dari tetangganya.

Kehidupannya mulai viral setelah ada pengguna facebook yang memposting kehidupan Arkiyem.(Tati/KC Online)