IRA Rahmawati warga Blok Poldes, RT 02/01, Desa Parapatan, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka memperhatikan ketiga bayi kembar yang lahir melalui operasi cesar di RS Cideres Selasa (29/1/2019). Tati/KC Online

MAJALENGKA.(KC Online).-

IRA Rahmawati warga Blok Poldes, RT 02/01, Desa Parapatan, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka melahirkan bayi kembar tiga dengan selamat dan sehat di RS Cideres melalui operasi sesar di usia kandungan 34 minggu.

Bayi kembar tiga dari pasangan Ira Rahmawati (33) dan Asep Mad Ali (35) ini lahir pada Selasa (29/1/2019), satu berjenis kelamin perempuan, serta dua berjenis kelamin laki-laki dengan berat badan yang hampir sama.

Kelahiran anak kembar mereka menambah keluarga setelah kelahiran dua anak sebelumnya Dion Agung Paryuda (12) dan Ahmad Surya Alghifari (3,6) .

Menurut keterangan Ira dan Asep ditemui di rumahnya Senin (4/2/2019) serta data dari RSU Cideres, bayi perempuannya lebih dulu lahir, tepatnya pukul 16.42 WIB dengan panjang 41 cm dan berat badan 1.690 gram, dua menit kemudian atau pukul 16.45 WIB bayi laki-laki dengan tinggi badan 43 cm dan berat badan 1.940 gram serta terakhir bayi dengan tinggi badan 48 cm dan berat 1.950 gram yang lahir pukul 16.47 WIB.

Ira dan Asep telah menamai ketiga anaknya, untuk anak perempuan diberi nama Haura Insani anak kedua Haikal Aksan, serta Hafiz Sidik. Hanya untuk anak yang lahir terakhir menurutnya belum final keduanya akan menambah nama depan dengan Ahmad atau Muhamad.

“Saya masih memertimbangkan Ahmad atau Muhamad, nanti pada saat puput sambil selamatan Isya Allah sudah dipastikan tambahannya,” kata Ira yang mengaku ketiga nama tersebut adalah keinginannya yang disetujui suaminya.

Ira, Asep serta Sri Komalawati nenek dari ketiga bayi tersebut mengungkapkan, tanda-tanda kelahiran kembar tersebut telah dirasakan ketika usia kandungan 4 bulan. Di bagian perut menurut Ira terasa ada dua gerakan nafas bayi. Hingga kemudian berupaya memeriksakan kandungannya kepada seorang dokter di Cirebon dan menyatakan bayi tersebut kembar dua.

“Pada usia lima bulan diperiksakan lagi ke Rumah Sakit Cideres, hasil USG mengatakan bayi kembar tiga, ibu saya syok nyaris pingsan ketika mendengar keterangan dokter tersebut,” ungkap Ira.

Selama kehamilan tersebut berat badan Ira terus naik hingga bobot 100 kg, itu tidak biasanya meski tengah hamil anak pertama maupun kedua, karena biasanya paling tinggi hanya mencapai 84 kg. Meski demikian katanya, kondisi badannya dinyatakan sehat.

Sri menuturkan dari garis keturunan tidak ada yang lahir kembar, apalagi kembar tiga demikian halnya dari keturunan ayah bayi tersebut.

“Tapi memang kakak dari nenek saya dulu ada yang lahir kembar, apa kemungkinan faktor keturunan anak kembar dari sana ya,” kata Sri yang kini ikut merawat ketiga cucu kembarnya.

Dia kini mengaku bersyukur ternyata ketiga cucu kembarnya ini dalam kondisi sehat, serta tidak menunjukkan tanda-tanda persaingan. Ketika bayi yang satu menagis ingin disusui, bayi lainnya diam, dan baru menangis seolah ingin disusui setelah yang pertama selesai menyusui demikian juga yang ketiga, disusui secara bergantian.

Ira mengatakan, mereka memberikan susu campuran untuk ketiga bayinya karena khawatir tidak bisa dipenuhi dari asi, walalupun asinya kini cukup banyak.

Bidan Desa setempat, Kartini mengungkapkan kondisi ketiga bayi kini semua sehat, dan ketiganya terus dipantau demikian juga dengan ibunya. Tati/KC Online