BAGIAN belakang rumah warga Desa Kaligawewetan, Kecamatan Susukanlebak Kabupaten Cirebon yang tergerus Sungai Cimanis, belum lama ini. Supra/KC Online

SUSUKANLEBAK.(KC Online).-

Warga dan Pemerintah Desa Karangmangu, Kecamatan Susukanlebak Kabupaten Cirebon, mendesak BBWSCC realisasikan pembuatan bronjong di Kali Cimanis.

Menurut warga setempat, Danaria, Sungai Cimanis yang semakin melebar pada bagian rumah warga, berdampak buruk pada penghuninya. Sehingga, perlu solusi terbaik dari pihak terkait untuk mengatasinya. “Diharapkan, senderan atau apapun dibangun, agar sungai tak melebar ke rumah penduduk,” harapnya, Rabu (13/2/2019).

Kuwu Desa Karangmangu, Sutisna Syahroni mengungkapkan, sekitar 2017 ada dua rumah ambruk. Karena, bagian bawah dari rumah yang ditempati kedua warga tersebut tergerus sungai. Sehingga saat arus deras, ambruk.

“Hampir dua tahun lalu kami sudah melaporkan ke BBWSCC dan instansi terkait, tapi hingga saat ini belum ada tanda-tanda dilakukan tindakan. Padahal, kondisi sudah sangat kritis. Hal ini terlihat, bagian belakang rumah warga yang tergerus Sungai Cimanis dan akan terus menggerus, mengingat musim penghujan tengah berlangsung,” ungkapnya.

Waspada

Dirinya mengimbau pada masyarakat yang rumahnya berdekatan dengan Sungai Cimanis untuk senantiasa waspada, terutama saat hujan maupun air sungai naik. Karena, sungai tersebut tidak hanya banjir ketika hujan di daerah setempat melainkan dari daerah hulu (Kuningan, Red). Sehingga, bisa saja longsor menimpa rumah yang berada di bibir sungai tersebut.

“Kondisi yang sangat rawan longsor, seharusnya mendapatkan perhatian serius dari BBWSCC dan pihak terkait lainnya. Agar bisa meminimalisasi longsoran yang lebih parah dan korban jiwa. Kami harapkan, dibuat tembok penahan tanah dengan kedalaman sekitar lima meter,” ujarnya.

CAMAT Susukanlebak Kabupaten Cirebon, Adang Kurnida (kanan), memaparkan hasil Musrenbang kecamatan setempat, Rabu (13/2/2019). Supra/KC Online

Sementara itu, Kasi Ekbang Kecamatan Susukanlebak, Yanto menambahkan, Sungai Cimanis kewenangan BBWSCC dan informasinya, tahun ini realiasi pembronjongan. “Karena keweangan BBWSCC maka, tidak dimasukkan dalam anggaran Musrenbang,” imbuhnya usai acara Musrenbang kecamatan setempat. Supra/KC Online