PINDANG Gombyang. Udi/KC Online

INDRAMAYU.(KC Online).-

PINDANG Gombyang, kalimat ini mungkin tidak asing bagi warga ciayumajakung (Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan). Masyarakat setempat dipastikan sudah dapat menebak pindang gombyang tersebut adalah masakan untuk makan terbuat dari ikan yang hanya disajikan kepala ikannya saja.

Rumah makan yang menyediakan sajian pindang gombyang yang berbahan baku kepala ikan manyung terbilang sudah puluhan tempat tersebar di Kabupaten Indramayu. Dan makanan khas yang bersumber dari hasil laut tersebut sejak beberapa tahun lalu sudah menjadi trend.

Bahkan ketenarannya pun kini sudah di luar pulau Jawa. Sehingga siapapun yang menyantapnya dijamin ketagihan. Selain memasaknya menggunakan racikan bumbu rempah-rempah pada kuahnya, makanan iini dijamin akan dicari lagi oleh penggemarnya. Selain nikmat, lezat, makanan ini pun kaya akan protein yang terkandung dalam kepala ikan manyung tersebut. Makanan ini pula sehat untuk dikonsumsi.

Dahulu ikan manyung ini sempat tidak digunakan oleh warga bahkan dibuang. Namun setelah diolah menjadi pindang gombyang menjadi incaran. Dahulu juga badan ikan itu diolah menjadi ikan asin ‘jambal roti’. Seperti di Kabupaten Indramayu, industri pembuatan ikan asin jambal roti memang tumbuh subur. Sedangkan kepalanya, dihargai dengan sangat murah bahkan dibuang begitu saja.

Perihal itu dibenarkan Suwarto yang memiliki rumah makan Panorama yang terletak di jalan raya Tambak, Kecamatan Indramayu, Senin (11/2/2019). Menurut dia, kepala ikan manyung akhirnya sukses disulap menjadi pindang gombyang dan menjadi makanan khas dari Kabupaten Indramayu. Dengan menuk itupun sekarang dengan mudah menemukan warung atau rumah makan di Kabupaten Indramayu maupun daerah lain di daerah lainnya.

Suwarto menceritakan, untuk pertama kali membuat menu pindang gombyang kepala ikan manyung bersama beberapa keluarganya pada 2006 silam. Dalam dua bulan pertama, dia mengaku penjualan pindang gombyangnya masih lesu. Karena tidak banyak orang yang mengetahui menu makanan tersebut.

Ditambah lagi banyaknya masakan ikan yang banyak disenangi oleh masyarakat. Namun seiring dengan waktu, bermodalkan keyakinan, berdoa, berusaha dan mencampuri racikan rahasia dalam memasak ikan gomyang. Akhirnya Suwarto dengan rumah makannya menjadi maju dan terkenal.

“Untuk mendapatkan kepala ikan manyung, kami ambil dari Karangsong dan sekitarnya. Untuk harga kepala ikan manyung sekitar Rp 2.500 per kilonya tetapi sekarang menjadi 25 ribu per kilonya. Satu buah kepala ikan manyung rata-rata berbobot tiga kilogram. Untuk olahan pindang gombyang kepala ikan manyung dibelah menjadi dua bagian untuk setiap porsinya,” kata Suwarto

Untuk teknik memasak, ikan manyung dibersihkan lalu dikukus selama satu jam. Kepala ikan manyung yang telah dikukus kemudian dimasukkan ke dalam kuah bumbu.

Kuah tersebut sebelumnya telah dimasak dengan bumbu-bumbu seperti kunyit, jahe, bawang merah, bawang putih, lengkuas, kemiri, kacang tanah, asem jawa, tomat dan cabe rawit. Hingga menjadi makanan pindang gombyang yang sangat lezat menggugah selera.

Salah seorang warga asal Bandung, Gelar (27 tahun) mengaku datang ke Indramayu hanya untuk memburu pindang gombyang. Karena sebelumnya, Gelar telah mencoba pindang gombyang yang dibawa temannya ke Bandung dari Indramayu.

“Saya sengaja datang dan memesan 5 porsi untuk dibagi dengan keluarga di Bandung. Pindang gombyang ini rasanya sungguh melejatkan dan membuat ketagihan,” tutur Gelar yang ditemui di Rumah Makan Panorama. (Udi/KC Online)