Gerakan “Pado Maco” Tanamkan Kecintaan Membaca Kamis (7/2/2019). Ismail/KC Online

SURANENGGALA.(KC Online).-

PERJUANGAN yang tak kenal lelah, akan membuahkan hasil yang melimpah pula. Namun sebaliknya, usaha yang setengah-setengah, tanpa keseriusan pastinya akan memanen hasil yang tak sesuai dengan harapan.

Kalimat awal di atas, tentunya pantas disematkan pada salah seorang guru honorer yang bertugas di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Suranenggala ini. Namanya Warkina (40 tahun), yang sudah tak asing lagi di dunia pendidikan.

Dengan upaya kerja kerasnya mencerdaskan anak bangsa ini, mampu menanamkan kecintaan masyarakat untuk gemar membaca, di manapun mereka berada. Meski perjuangan yang dilakoninya tak semudah membalikan telapak tangan.

Sebab bagaimana tidak, pria asal Desa/Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon ini, bertahun-tahun mengelilingi desa-desa hingga sekolah-sekolah dasar yang ada di wilayahnya. Dengan membawa perpustakaan keliling miliknya, ia pun memberikan pinjaman buku untuk dibaca oleh masyarakat dan pelajar secara gratis.

Dengan menggunakan kendaraan roda tiga yang baru sebulanan ia dapatkan hasil bantuan operasional dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Cirebon, Warkina pun di hari-hari tertentu dari dulu hingga sekarang tetap mangkal di pasar-pasar malam.

“Gerakan ‘pado maco’ ini semata karena niatan saya untuk mengembangkan minat baca kepada masyarakat dan adik-adik pelajar,” kata Warkina kepada KC, Kamis (7/2/2019).

Menurutnya, upaya gerakan literasi “pado maco” itu juga, merupakan ikhtiar dirinya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam pembentukan karakter serta sumber daya manusia agar terwujudnya pembangunan masyarakat yang seutuhnya.

Sehingga kegemaran membaca dan minat baca mulai tumbuh kembang dikalangan anak-anak sekolah dan masyarakat. Yang dampaknya tentu pada prestasi belajar serta kesadaran masyarakat terhadap daya dukung di segala bidang melalui program-program pemerintah yang diterapkan.

“Alhamdulilah beberapa tahun ke belakang respon masyarakat cukup bagus dan diminati oleh adik-adik pelajar,” ungkap Warkina.

Lebih dari 10 tahun ia membumikan gerakan literasi “pado maco” tersebut. Atas upayanya yang tak kenal lelah itu, Warkina pun mendapat berbagai penghargaan, baik dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Cirebon, Pemprov Jawa Barat, bahkan hingga tingkat nasional.

Seperti di antaranya yakni, Warkina telah meraih penghargaan Nugra Jasadarma Pustaloka Kategori Masyarakat, pada 6 September 2018 sebagai inisiator gerakan sadar “pado maco” oleh Perpustakaan Nasional.

Kemudian pernah meraih penghargaan di 2017 lalu, berupa Anugerah Pelopor Pemberdayaan Masyarakat Jawa Barat Bidang Pendidikan dan juara satu lomba perpustakaan desa tingkat Kabupaten Cirebon.

Ia mengaku, misi yang dijalaninya selama melakukan gerakan untuk mencerdaskan anak bangsa itu, bukan tanpa halangan dan rintangan. Sebab, selain lelah dan lesu ia rasakan, cacian maupun hinaan dalam bentuk apapun selalu menghampiri.

Bahkan hingga kini, gerakan pemilik warung baca di Desa Suranenggala itu kerap kali disebut mencari pencitraan untuk mendapatkan bantuan melalui proposal sebagai nilai tambah.

Namun, jalan terjal Warkina untuk menyadarkan minat baca masyarakat yang sangat panjang itu, mampu ia buktikan dengan segudang prestasi yang telah ditorehkan. Perjuangan Warkina pun bahkan mampu memotivasi anak-anak kembali bersekolah yang dulunya putus sekolah atau dikeluarkan dari sekolah.

“Alhamdulillah anak-anak yang putus sekolah dan di-DO oleh sekolah, kini kembali melanjutkan sekolah setelah diberi motivasi bahwa membaca dapat membuka cakrawala dunia, membaca satu kebutuhan utama yang harus dikonsumsi setiap hari, dan membaca juga gudangnya ilmu,” kata Warkina. Ismail/KC Online