KETUA ISTAR Kabupaten Indramayu, Soimalia Mahar bersama Plt Bupati Indramayu, H Supendi (tengah) diruang Plt Bupati Indramayu. Udi/KC Online

INDRAMAYU, (KC Online).-

Ketua Indramayu Sehat Tanpa Rokok (ISTAR) Kab. Indramayu, Soimalia Mahar mengatakan, dampak penggunaan produk tembakau seperti rokok di Indonesia sudah sampai pada tingkat sangat menghawatirkan.

Hal itu terlihat dalam hidup keseharian sudah terbiasa dan dibiasakan oleh pemandangan anak-anak atau remaja tanggung dan kaum perempuan merokok di ruang publik dan seakan mereka sudah merasa bahwa merokok merupakan perilaku yang biasa atau wajar saja.

Begitu pula kita atau publik pun merasa pemandangan anak-anak atau remaja tanggung dan kaum perempuan merokok adalah sudah biasa dan wajar, sudah seperti itu keadaannya menjadikan merokok adalah perilaku yang wajar.

Begitu pula sudah menjadikan rokok sebagai produk yang yang normal atau bahkan baik dikonsumsi siapa pun dan dimana pun, bahkan ada promosi perusahaan rokok yang mengklaim produk rokoknya baik untuk kesehatan.

“Akhirnya juga publik di Indonesia menjadikan perusahaan rokok sebagai bisnis yang normal dan baik hati bahkan pahlawan, ya Indonesia saat ini sudah masuk pada situasi darurat dampak berbahaya dari penggunaan rokok yang mengandung racun mematikan,” ujarnya saat ditemui KC Online di ruang kerjanya, Kamis (31/1/2019).

Jelas pandangan atau sikap menjadikan rokok produk yang baik, sambung dia, merokok perilaku yang baik dan industri rokok adalah perusahaan yang baik hati sangat menyesatkan dan membodohi.

Sejak awal sudah diakui dan dituliskan pada kemasan nanti rokok bahwa rokok adalah produk yang mengandung nikotin yang berbahaya dan mematikan.

Pengakuan atau peringatan bahwa rokok berbahaya itu disebabkan rokok mengandung setidaknya 4.000 racun berbahaya dan mematikan, sebuah produk yang mengandung zat racun berbahaya mematikan tentulah bukan produk yang baik bagi kesehatan. Begitu pula mengkonsumsi produk rokok yang berbahaya mematikan merupakan perilaku yang tidak baik atau tidaklah normal.

“Manusia sebagai mahluk sosial selalu dikatakan berjuang mempertahankan hidupnya, bukan mematikan atau membunuh dirinya sendiri. Sebagai manusia seharusnya berusaha hidup sehat dan tidak mengkonsumsi racun agar sehat dan bertahan hidup. Berarti merokok bukanlah perilaku manusiawi karena akan membunuh atau setidaknya membahayakan dirinya sendiri,” terangnya.

Menurut dia, perilaku merokok bukan hanya membahayakan si perokoknya saja tetapi juga orang di sekitar menjadi perokok pasif, masifnya perdagangan rokok, perokok dan visual iklan rokok menandakan bahwa pemerintah belum hadir melindungi rakyatnya.

Jika rokok adalah produk yang mengandung zat berbahaya mematikan maka seharusnya bisnis perusahaan tersebut adalah bisnis yang tidak normal.

Jadi kesimpulannya adalah rokok, merokok dan bisnis perusahaan rokok adalah tidak normal atau tidak baik dan harus dikendalikan.

Upaya pengendalian ini adalah tanggung jawab dari pemerintah dalam upaya pengendaliannya pemerintah dapat dilakukan dengan membuat kebijakan yang mengendalikan tindakan merokok dan penyebaran atau pemasaran produk rokok oleh industri perusahaan rokok.

Terpisah Ketua No Tobacco Community (NOTC), Bambang Priyono menyatakan, Setelah Pencanangan SATGAS Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Kab.Indramayu pada tanggal 29-1-2019 maka SATGAS KTR melakukan Sidak para perokok ke tempat-tempat yang dinyatakan sebagai Kawasan Tanpa Rokok.

Untuk langkah awal Yang menjadi sasaran Sidak saat ini adalah Kantor Pemerintahan dan Sekolah. Kantor Pemerintahan tersebut adalah di Kantor Perijinan, Kantor Desa Sindang, Kantor Kecamatan Sindang, Setda, BKD, Pariwisata, Disdukcapil, PUPR dan Dinas Kesehatan, Sidak Pertama ini adalah sebagai awal yang rencana kedepannya akan diperluas ke seluruh tatanan Kawasan Tanpa rokok sesuai Perda No 8 tahun 2016 tentang Kawasan Tanpa Rokok.

“Sidak Ini dilakukan oleh tim gabungan dari Satpol PP sebagai penegak Perda, Dinas Kesehatan sebagai Leading sektor, LSM dan Mahasiswa untuk memantau serta mengontrol pelaksanaan sidak dan juga media yang berperan selain memantau dan mengontrol pelaksanaan sidak ini juga sebagai penyebarluasan Informasi yang benar kepada masyarakat,” ujarnya. Udi/KC Online