KEPALA Disdukcapil Kabupaten Cirebon, Mohammad Syafruddin saat menunjukan contoh berkas kependudukan yang telah ditandatangani secara digital atau dengan menggunakan barcode, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (13/2/2019). Ismail/KC Online

SUMBER, (KC Online).-

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cirebon telah menerapkan “Dukcapil Go Digital”. Yakni tandatangan di berkas kependudukan yang dilakukan secara digital dalam bentuk barcode.

Menurut Kepala Disdukcapil Kabupaten Cirebon, Mohammad Syafrudin, untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakat di era kemajuan teknologi digital saat ini, “Dukcapil Go Digital” sangat tepat untuk diterapkan.

Sebab kata dia, Dirjen Dukcapil Kemendagri RI telah memiliki 14 langkah besar kebijakan. Mulai dari proses pembuatan e-KTP tanpa pengantar, hingga proses pindah tanpa surat pengantar RT/RW juga SPTJM sebagai pengganti status pernikahan.

“Sekarang telah memasuki langkah atau kebijakan yang ke 11 yaitu di era digital ini Dirjen Dukcapil mengelurakan kebijakan ‘Dukcapil Go Digital’. Dan di kita sudah menerapkannya,” kata Syafruddin kepada KC Online, Rabu (13/2/2019).

Ia melanjutkan, dalam perumusan kebijakan tersebut, pihaknya pun ikut terlibat karena termasuk salah satu kepala dinas yang diundang di dalamnya dan memberikan jejak pendapat serta menyusun Permendagri untuk kepentingan “Dukcapil Go Digital” tersebut.

Kegiatan pun telah dilakukan seminggu yang lalu, di Makassar sebagai pilot project untuk inovasi pelayanan “Dukcapil Go Digital”. “Insya Allah ‘Dukcapil Go Digital’ ini akan memudahkan langkah masyarakat untuk mengurangi tingkat perkeliruan baik gratifikasi, pemerasan maupun pungli karena dengan “Dukcapil Go Digital” ini tidak lagi terlalu banyak pertemuan antara pemohon dengan petugas,” katanya.

Makna dari “Dukcapil Go Digital” sendiri, kata Syafruddin, masyarakat tidak lagi menggunakan tandatangan basah atau manual, tetapi menggunakan barcode. “Sudah tidak lagi tandatangan basah tetapi sekarang di kita masih masa transisi, jadi ada yang masih tandatangan basah dan ada yang sudah memakai barcode,” ungkapnya.

Untuk bisa menerapkan “Dukcapil Go Digital” tersebut, tandatangan kepala dinas Disdukcapilnya pun didaftarkan ke Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk mendapatkan sertifikasi digital. Inovasi itu, kata dia, pastinya akan mempermudah masyarakat.

Sebab sekarang, masyarakat cukup datang ke kecamatan, tidak lagi ke Disdukcapil untuk melakukan tandatangan. “Di antaranya yang sudah bisa dengan tandatangan barcode yaitu kartu keluarga (KK), proses pindah datang, akte lahir dan akte kematian. Semua itu cukup di kecamatan saja,” katanya. (C-15)