TERSANGKA pelaku pencabulan terhadap cucu kandungnya, Tono Darsono (68 tahun) warga Jalan Pejagalan, Desa Sutawangi, Kecamatan Jatiwangi, saat ditanya Kapolres Majalengka, Ajun Komisaris Besar Polisi Mariyono dan Wakapolres Kompol Hidayatullah, Senin (4/2/2019). Tati/KC Online

MAJALENGKA,(KC Online).-

Seorang kakek, Tono Darsono (68 tahun) warga Jalan Pejagalan, Desa Sutawangi, Kecamatan Jatiwangi, Majalengka tega mencabuli cucu kandungnya hingga kini hamil enam bulan. Tersangka kini diamankan di Mapolres Majalangka untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kapolres Majalengka Ajun Komisaris Besar Polisi Mariyono, Senin (4/2/2019) mengungkapkan, tersangka ditangkap Sabtu (2/2/2019) atas laporan orang tua korban Wiwin Taswinah (44 tahun) setelah mengetahui anaknya tengah mengandung.

Kasus pencabulan kakek terhadap cucu yang masih duduk di bangku sekolah SMP ini terungkap pada Sabtu (2/2/2019), sekitar pukul 15.00 WIB. Ibu kandung korban melihat dengan jelas perubahan pada tubuh anaknya, yang bagian perutnya mulai membesar.

Saat itu pula, anaknya langsung ditanya soal kondisi perutnya sambil diperiksa.
Ketika ditanya, jawaban anaknya sangat mengagetkan Wiwin, karena yang menghamili tersebut ternyata adalah kakeknya sendiri atau orang tua kandung Wiwin.

Setelah mendengar jawaban anaknya, dia langsung mengabari ibunya, Tasem yang juga istri dari Tono. Keduanya langsung melaporkan kasus tersebut ke Polsek Jatiwangi.

“Begitu mendapat laporan, kami langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka. “ ungkap Kapolres Mariyono.

Disampaikan Kapolres, hasil penyidikan, tersangka mengakui perbuatannya, dan perilaku bejatnya tersebut telah dilakukan sejak Agustus 2018 lalu. Hanya ketika itu tidak diketahui oleh pihak keluarga atau siapapun.

Korban sendiri mengaku dipaksa untuk melayani nafsu kakeknya dengan cara diancam dan diberikan uang sebesar Rp 100.000. Perbuatan tersebut kemudian dilakukan secara terus menerus di kamar tersangka ketika nenek dan ibunya tengah bekerja di luar.

Kemudian, saat korban pulang sekolah dan rumah tengah sepi. Sementara ayah korban tidak ada.

Terhadap tersangka disangkakan Pasal 81 UU RI No.17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No 23 Tahun 2002 Tentang perlindungan anak dengan ancaman penjara minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

Sementara itu, selama tahun 2019, Polres Majalengka telah menangani tiga kasus kekerasan anak di bawah umur yang pelakunya semua orang dekat. Dua kasus dilakukan kakek terhadap cucu dan satu kasus lagi dilakukan paman terhadap keponakan yang juga di bawah umur.

Orang tua para korban diketahui telah berpisah, sehingga mereka dibesarkan oleh ibu dan nenek serta kakek. Sayangnya, kakek yang turut membesarkan justru juga melakukan tindakan kekerasan. (Tati/KC Online)