Nelayan. KC Online.Doc

INDRAMAYU,(KC Online). –

Cuaca di laut yang buruk hingga minggu kedua bulan ini masih terus berlanjut. Sampai Jumat (8/2/2019), gelombang dan angin besar masih terjadi. Tak heran bila para nelayan Indramayu, terutama nelayan tradisional, sudah mulai kelimpungan, karena tak bisa berlayar mencari ikan.

“Semua nelayan tradisional sudah mulai panik. Biasanya ombak dan angin besar hingga saat ini sudah mulai reda. Nyatanya, malah semakin menjadi,” tutur Suparta (49) nelayan asal Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Indramayu, pada KC Online, Senin (11/2/2019).

Dikatakan ayah beranak dua ini, untuk mempertahankan kebutuhan sehari-hari keluarganya dan sambil menunggu cuaca perairan kembali normal, dia bersama istrinya terpaksa harus mencari terobosan baru, yakni menjadi buruh serabutan atau pembantu.

“Gak tau kita harus bagaimana. Di sisi lain, kebutuhan keluarga terus mendesak.
Sementara, gelombang masih terus-terusan muncul bahkan semakin menjadi. Sampai sekarang saya selesai jadi buruh tanam padi (buruh tandur, Red), gelombang masih terus menjadi,” katanya, sambil membetulkan jaring ikannya di pinggir sungai Desa Dadap.

Hal yang sama dikatakan Rontaka (42). Nelayan jaring rajungan asal Desa Singaraja Indramayu ini mengaku sudah hampir dua pekan terakhir tidak melaut karena gelombang dan angin besar tak kunjung berhenti. Dia juga mengaku sudah banyak utang pada warung dan juragannya.

“Sekita dua minggu lebih saya tak melaut, gelombang dan angin besar masih ada. Utang di warung apa lagi pada juragan sudah banyak. Kalau sampai minggu ini, perairan masih juga ada gelombang, bener-bener berabe, utang semakin bertambah,” katanya di sebuah warung kopi pinggiran sungai Desa Singaraja Indramayu.

Pantauan KC Online, suasana perairan Indramayu, tepatnya di perairan Desa Singaraja sekitar 14 mil dari muara desa setempat, gelobang disertai angin kencang masih terus berlanjut. Bahkan, akibat dari gelobang tinggi, nelayan yang biasanya menambatkan perahunya ke bibir muara, harus memindahkannya masuk ke sungai. Hal itu dikarenakan, akibat gelombang sering terjadi benturan sesama perahu.

“Kalau perahu tidak segera dipindahkan masuk ke sungai, pasti rusak. Sebab, gelombang yang begitu besar, akan mengkibatkan perahu berbenturan,” tambah Wamin (51), nelayan lain di sungai Desa Singaraja, Kecamatan Indramayu.

Koko Sudeswara petugas Kesyahbandaran Indramayu, membenarkan gelombang pada perairan Indramayu masih terus berlanjut. Pihaknya, bersama tim lainnya terus melakukan kordinasi dengan para nelayan, dan memantau perkembangan cuaca.

“Terhadap para nelayan besar mau kecil, kita terus koordinasi. Kita juga terus melakukan perkembangan gelombang dan angin besar. Yang pasti perairan sekarang susah untuk diprediksi,” tegas Koko Sudeswara petugas kesyahbandaran Indramayu pada KC Online. Odok/KC Online