SEORANG pekerja memindahkan Kotak Suara yang rusak akibat terendam air hujan di Gudang KPU di Kecamatan Plumbon Kabupaten Cirebon, Minggu (10/2/2019). Iwan/KC Online

SUMBER, (KC Online).-

Kotak suara untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 yang terendam air akibat hujan sejak Sabtu (9/2/2019) sampai sekarang di gudang penyimpanan logistik KPU Kabupaten Cirebon, jumlahnya mencapai 1.436.

Berdasarkan penghitungan kotak suara yang rusak oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Cirebon, dari Sabtu-Senin tercatat ada 1.436 kotak suara. Jumlah tersebut dimungkinkan akan terus bertambah, sebab penghitungan belum tuntas dilakukan.

Ketua Bawaslu Kabupaten Cirenbon, Abdul Khoir mengaku, sejak adanya informasi terkait kotak suara terendam air di gudang logistik KPU yang ada di Kecamatan Plumbon, pihaknya langsung mengecek dan ikut mengamankan serta melakukan penghitungan kotak suara yang rusak akibat air hujan tersebut.

“Sudah 1.436 kotak suara yang dihitung rusak mulai dari Sabtu hingga hari ini. Jumlah itu kemungkinan masih bertambah karena proses penghitungan masih berlangsung,” ujar Khoir kepada KC Online, Senin (11/2/2019).

Ia menjelaskan, untuk kotak suara yang masih bisa terpakai dipindahkan ke gudang lain yang lokasinya masih berdekatan. Namun, dipastikan aman dari hujan.

Menanggapi rusaknya kotak suara akibat air hujan, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Cirebon, Junaedi mengatakan, kejadian tersebut merupakan hal yang lucu dan kecerobohan pihak KPU setempat. “Lucu. Kan sudah diketahui bahannya dari kardus. Ya dirawat yang benar apalagi musim hujan. Kalau tidak di tempat aman ya nyewa,” kata Junaedi.

Rusaknya kotak suara tersebut, menurutnya perlu ditelusuri. Artinya, jika gudangnya tidak aman dari terpaan hujan, harusnya dipindahkan ke tempat lain agar kejadian tersebut tidak terulang lagi ke depannya.

“Ini jelas pelajaran penting. Kalau tidak dilaksanakan dengan baik dan dieksekusi sesuai perencanaan, akhirnya kan bisa begini. Mudah-mudahan ke depannya bisa diperbaiki,” kata Junaedi.

Meski demikian, lanjut kata dia, kejadian tersebut tidak seharusnya dimaafkan begitu saja, melainkan harus diperbaiki. Dan jika antara uang yang keluar dan tempat yang dihasilkan tidak maching, harusnya dijelaskan ke publik.

Diberitakan sebelumnya, kotak suara tersebut rusak akibat air hujan yang masuk ke dalam gudang melalui celah pintu gerbang gudang pada Sabtu (9/2/2019). Bawaslu juga menilai adanya perbedaan gudang di penyimpanan logistik KPU Kabupaten Cirebon dengan beberapa kota lainnya yang tidak memakai alas kotak suara berupa palet.(C-15)