PERWAKILAN Forum Pedagang Pasar Sumber (P3SR) menenangkan ratusan pedagang yang berebut formulir untuk penempatan lapak di Pasar Sumber Kec.Sumber Kab.Cirebon, belum lama ini. Iwan/KC Online

SUMBER, (KC Online).-

Pembangunan Pasar Pasalaran di Desa Weru Lor, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon masih belum mencapai finish. Untuk lanjutan pembangunannya, di 2019 ini telah dialokasikan sebesar Rp 11 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) setempat.

Kepala Bidang (Kabid) Pasar pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperdagin) Kabupaten Cirebon, Eka Hamdani mengaku, untuk penempatan Pasar Pasalaran masih belum bisa ditentukan kapan waktunya. Namun diharapkan akhir tahun ini bisa ditempati oleh para pedagang.

“Kita bisa dapatkan Rp 11 miliar untuk pembangunan lanjutan (Pasar Pasalaran, Red). Mudah-mudahan di akhir tahun ini para pedagang di Pasar Pasalaran bisa (menempati, Red) seperti pedagang di Pasar Sumber,” kata Eka kepada KC Online, Senin (11/2/2019).

Ia menjelaskan, Rp 11 miliar tersebut merupakan anggaran pembangunan Pasar Pasalaran yang ketiga. Ketika bangunan sudah finish, kios, los, dan lemprakan yang telah disediakan hanya diperuntukan bagi para pedagang setempat yang menjadi korban kebakaran sebelumnya.

“Yang menjadi catatan sama kita, yakni kita tidak bicara pedagang yang lain. Tapi kembali lagi kepada para pedagang yang dulu menjadi korban kebakaran Pasar Pasalaran,” ungkap Eka.

Ia menjelaskan, berdasarkan data yang dipegang pihaknya, jumlah pedagang Pasar Pasalaran yang menjadi korban kebakaran yakni sekitar 1.100 orang. Maka, kios, los, maupun lemprakan yang kini tengah dibangun pun jumlahnya sesuai dengan data yang ada.

“Terlebih mereka para pedagang di Pasar Pasalaran yang pada saat terjadi kebakaran masih ada keterkaitan dengan kontrak yang dulu membangun yakni selama 20 tahun,” katanya.

Akhir kontraknya sendiri, kata Eka, yakni pada tahun ini. Sehingga ketika kontrak itu selesai, pihaknya punya data yang benar-benar valid dari pihak pengembang. Tak hanya itu, data valid juga telah didapatkan pihaknya dari asosiasi pedagang di pasar setempat.

“Alhamdulillah semua datanya sinkron. Nanti kita realisasinya setelah selesai pembangunan pasar itu, sama seperti yang telah kita lakukan di Pasar Sumber,” ujar Eka.
Pantauan KC Online di lokasi Pasar Pasalaran, pembangunan lanjutan tahap III itu belum dilakukan. Hanya terlihat puluhan kios di bagian depan yang sudah selesai dibangun. Begitu juga dengan lapak pedagang basah yang ada di dalam.

Namun masih ada bagian yang belum selesai dibangun, hanya kerangka-kerangka besi besar yang terlihat sudah terpasang dari bawah hingga atas.

Selain itu, informasinya, karena tidak ada penjaga membuat bangunan pasar itu kerap dijadikan tempat nongkrong sekelompok muda-mudi. Bahkan, hampir setiap hari tempat itu dijadikan tongkrongan anak-anak punk yang biasa meminta-minta di jalan.

Salah seorang pedagang Pasar Pasalaran yang berjualan di Pasar Darurat Weru, Karina (36 tahun) mengaku, ia bersama pedagang lainnya terpaksa menempati dagangannya pasackebakaran di pasar darurat tersebut. Namun, para pedagang hanya pasrah meski kondisinya kurang nyaman.

Para pedagang pun, kata dia, sudah ingin pindah menempati pasar yang telah direvitalisasi oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Cirebon tersebut. Tetapi, bangunan yang diharapkan bisa segera ditempati itu, hingga kini belum ada kepastian kapan selesai dan bisa dirasakan oleh para pedagang.

“Saya sampai sekarang belum tahu kapan pasar itu akan ditempati. Kalau pedagang sih inginnya cepat pindah dari pasar darurat, menempati bangunan baru,” kata Karina. (C-15)