Ilustrasi/KC Online

LOHBENER, (KC Online).-

Air banjir kiriman di Sungai Cimanuk Desa Rambatan, Kecamatan Lohbener Indramayu terus meningkat. Akibat bertambahnya air kiriman membuat tekanan aliran air di sungai menuju laut semakin cepat.

Tak heran, bila seluruh perahu penyeberangan sungai yang menghubungkan sejumlah desa di wilayah Kecamatan Cantigi dan Sindang, termasuk wilayah kecamatan Arahan, terhenti total.

“Sungai Cimanuk semakin meluap. Ketinggian air semakin meninggi. Akibatnya, semua perahu penyeberangan di Sungai Cimanuk berhenti melakukan kegiatan penyeberangan. Para pemilik perahu tak mau mengambil risiko,” kata Kasmari (39)warga Desa Rambatan Wetan, Kecamatan Lohbener, Indramayu, Kamis (7/2/2019).

Dikatakan Kasmari, akibat terhentinya perahu penyeberangan(tambangan), warga setempat yang sebelumnya bila bepergian ke desa tetangga harus naik perahu penyebrangan, kini mereka harus memutar sejauh 2-3 Km.

Padahal untuk menuju Desa Arahan Kecamatan Arahan bila melalui perahu penyeberangan, hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit.

“Kalau melalui perahu penyeberangan untuk menuju Blok Gang Macan, Desa Arahan Kecamatan Arahan kita hanya membutuhkan waktu sekitar 3 sampai 4 menit. Karena Cimanuk banjir dan perahu penyeberangan tidak jalan, mau tak mau kita harus memutar dengan jarak sekitar kurang lebih 2 km,” tambahnya.

Dari catatan KC Online, perahu penyeberangan yang berhenti akibat banjir kiriman Sungai Cimanuk, selain di Blok Kebon Pring Desa Rambatan, Kecamatan Lohbener Indramayu, juga penyeberangan Talim, Carik, Kadapi, dan penyeberangan Widi, yang kesemuanya masuk dalam wilayah Desa Lamarantarung, Kecamatan Cantigi.

Selain menghentikan perahu penyeberangan Desa Rambatan Kecamatan Lohbener. Datangnya banjir kiriman juga menghentikan kegiatan penambangan pasir lokal di sekitar Sungai Cimanuk.

Tak hanya itu, kiriman banjir juga merusak sejumlah tanggul sungai.
Tanggul yang mengkhawatirkan berlokasi di blok Ningkong Desa Rambatan Kulon Kecamatan Lohbener Indramayu.

Selain itu tanggul di Blok Waledan Desa Lamarantarung. Bantaran tanggul tersebut tidak sedikit yang hancur terkikis oleh derasnya air kiriman banjir. (Odok/KC Online)