INDRAMAYU,(KC Online).-

Kericuhan terjadi di depan Kantor KPU Kabupaten Indramayu, Jumat (8/2/2019). Massa pengunjuk rasa berupaya merangsek masuk, meski barikade pengamanan polisi telah disiagakan berlapis di gerbang penyelenggara pemilu tersebut.

Upaya negosiasi yang dilakukan kepolisian, berujung buntu. Hingga akhirnya kericuhan tak dapat terhindarkan. Selain melakukan pembakaran, massa juga merusak pos polisi tidak jauh dari KPU setempat.

Dengan kesigapan petugas gabungan Kepolisian Resor Indramayu dan Kodim 0616/Indramayu, aksi kericuhan berhasil diredam dan keadaan berhasil dikuasai. Kepulan asap dari letupan gas air mata yang ditembakan berhasil memecah konsentrasi massa. Provokator aksi pun berhasil diamankan petugas.

Komandan Kodim 0616 Indramayu Letnan Kolonel Kav Agung Nur Cahyono mengatakan, aksi tersebut merupakan bagian dari simulasi pengamanan Pemilu 2019. Baik Pemilu Legislatif maupun pengamanan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden. Ia menambahkan simulasi yang dilakukan bersama TNI/Polri juga merupakan bagian dari koordinasi jelang Pemilu.

Menurut Dandim, untuk mewujudkan Pemilu yang lancar dan damai, maka diperlukan pengamanan yang baik pada setiap tahapannya dan terorganisir. Termasuk mengantisipasi segala bentuk kerawanan yang mungkin terjadi. Simulasi juga diperlukan untuk melatih kesiapan prajurit, terutama dalam menghadapi situasi genting. Kerawanan gangguang keamanan kemungkinan dapat terjadi jika tidak diantisipasi dengan baik.

“Simulasi ini merupakan bagian dari persiapan menjelang penyelenggaraan Pemilu. Pada Pemilu nanti masyarakat akan memilih cukup banyak, mulai dari anggota dewan hingga presiden. Oleh karena itu kita harus lakukan upaya antisipasi kerawanan yang mungkin terjadi pasca Pemilu. Pada saat proses perhitungan juga rawan terjadi konflik,” jelas Letnan Kolonel Kav Agung Nur Cahyono.

Dandim menguraikan untuk mempertebal pasukan pengamanan, prajurit TNI akan disebar dan bertugas pada zona yang sudah ditentutan. Termasuk Babinsa yang akan diterjunkan mengawasi situasi keamanan di masing-masing desa bersama Bhabinkamtibmas.

Di tempat yang sama, Kapolres Indramayu Ajun Komisaris Besar Muhammad Yoris Maulana Yusuf Marzuki menjelaskan, dalam melakukan pengamanan Pemilu, Polri turut dibantu oleh TNI. Keduanya dipastikan siap mengamankan jalannya lemilu di Kabupaten Indramayu.

Berkaitan dengan simulasi yang digelar, Kapolres menilai bahwa simulasi pengamanan penting dilakukan untuk memghadapi situasi sesungguhnya di lapangan. Pada simulasi ini melibatkan 400 personel gabungan yang terdiri dari 250 personel Polres Indramayu, dan 150 personel Kodim 0616 Indramayu.

“Kita siap mengamankan bilamana dalam Pemilu nanti terjadi hal-hal yang tidak diharapkan. Yang lebih penting adalah peran masyarakat untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban di wilayahnya,” imbau Kapolres. (C-22)