KAPOLRES Majalengka Ajun Komisaris Besar Polisi Mariyono dan Wakapolres Komisaris Hidayatullah serta Kasat reskrim Ajun Komisaris M Wafdan Mutaqin, menunjukkan plat nomor dan STNK palsu yang dibuat oleh dua tersangka. Tati/KC Online

MAJALENGKA.(KC Online).-

POLRES Majalengka kembali menangkap pembuat STNK kendaraan palsu. Tersangka yakni Endi Karsisi (52 tahun) warga Blok Kedung Antranaya, Desa Palasah, Kecamatan Kertajati, Majalengka, serta Pemdi (40 tahun) warga Dusun Panjalin, RT 01/06, Desa Dukuh, Kecamatan Ciasem, Subang. Satu tersangka lainnya, Nan alias Abah masih DPO.

Dari tangan tersangka, diamankan barang bukti berupa delapan unit kendaraan roda empat jenis Suzuki X Over, Toyota Avanza warna putih, Daihatsu Grand Max warna hitam, Honda City warna silver, Daihatsu Taruna warna abu-abu, Suzuki Carry pick up warna hitam, Toyota Sienta warna putih, Daihatsu Xenia warna abu metalik, Toyota Avanza warna putih serta delapan lembar STNK palsu.

Menurut keterangan Kapolres Majalengka Ajun Komisaris besar Mariyono, Senin (4/2/2019), terungkapnya kasus penggunaan STNK palsu tersebut berawal dari adanya kendaraan Suzuki dengan nopol terpasang B 1767 FKM tahun 2009 yang terkena razia di ruas Jalan Abdul Halim Majalengka pada 30 Januari lalu sekitar pukul 16.00 WIB.

Setelah diperiksa, STNK yang dipegang pengemudi ternyata tidak sesuai dengan peruntukannya. Setelah dilakukan penyelidikan atas kepemilikan kendaraan berikut surat-suratnya, ternyata itu adalah milik Hendi yang diketahui sering menggunakan STNK palsu untuk mengelabui pihak leasing ataupun motif keamanan berkendaraan di jalan.

“Malamnya kami langsung melakukan penangkapan terhadap Hendi, dari keterangan Hendi diketahui kalau STNK tersebut dipesan dari Pendi asal Subang,” ungkap Kapolres Mariyono.

Esok harinya, kepolisianpun segera mendatangi Pendi untuk dilakukan penangkapan. Dari rumah Pendi diamankan delapan unit kendaraan roda empat yang semua STNK-nya juga palsu. Kini seluruh kendaraan diparkir di halaman mapolres sebagai barang bukti.

“Kami masih melakukan pengejaran terhadap seorang pelaku lainnya yang buron,” kata Mariyono.

Sementara itu diketahui, sejumlah kendaraan tersebut diperoleh dari konsumen yang menunggak di leasing. Karena, STNK dan BPKB-nya tidak tersedia, akhirnya mereka membuat STNK palsu untuk mengelabui petugas saat kendaraan dipergunakan. (Tati/KC Online)