POLRES Indramayu menggelar jumpa pers terkait peradaran uang palsu Dolar Singapura dan Rupiah.*/GELAR GANDARASA/PRLM/KC Online

INDRAMAYU, (KC Online).-

Jajaran Polres Indramayu membeberkan modus operandi pengedar uang palsu Dolar Singapura dan Rupiah. Kapolres Indramayu Ajun Komiaris Besar Yoris Marzuki menuturkan, pelaku berinisial JHR (41) menjual uang palsu senilai Rp 5 juta dengan harga Rp 3 juta.

Yoris mengatakan, warga Desa Padaasih, Kecamatan Cibogo, Kabupaten Subang, itu tak bekerja sendiri. Satu orang pelaku lain masuk ke dalam daftar pencarian orang (DPO), yakni warga berinisial Uj (40) warga Subang. Pelaku dijerat dengan Pasal 36 ayat 3 Undang Undang RI Nomor 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang atau Pasal 245 KUHP.

Ancaman hukumannya paling lama 15 tahun dan denda Rp 50 miliar. Dari JHR, polisi mengamankan sedikitnya 2.370 lembar pecahan 10.000 Dolar Singapura palsu, dan 88 lembar uang palsu pecahan 50.000 Rupiah.

Andaikan dihitung ke dalam Rupiah, jumlah uang palsu tersebut memiliki nilai Rp 274 Miliar. Menurut Yoris, peredaran uang palsu sangat dikhawatirkan oleh masyarakat.

Bagaimana tidak, masyarakat yang tertipu akan menderita kerugian. Kepala Tim Sistem Pembayaran Pengedaran Uang Rupiah dan Keuangan Inklusif Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Yukon Afrinaldo, mengatakan untuk menentukan keaslian uang hanya bisa dilakukan oleh Bank Indonesia.

UANG palsu Dolar Singapura di Indramayu.*/GELAR GANDARASA/PRLM/KC Online

Uang palsu yang berhasil disita oleh Polres Indramayu bisa dibedakan secara kasat mata saja. “Untuk tingkat kemiripannya sangat jauh dari yang asli. Uang palsu ini halus tidak kasar,” kata Yukon.

Kendati demikian, masyarakat tetap diminta untuk waspada. Masyarakat diharapkan bisa membedakan antara uang asli dan palsu.

Sering diedarkan malam hari

Sebab kebanyakan uang palsu diedarkan pada malam hari untuk mengincar kelengahan warga. Sementara itu, secara umum peredaran uang palsu di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan turun signifikan.

Data per tahun 2017 kemarin total ada sekitar 7.000 lembar yang beredar. Jumlah itu turun signifikan menjadi sekitar 5.000 lembar pada tahun 2018. Yukron menambahkan, uang tersebut bukan merupakan barang bukti. “Secara keseluruhan peredaran uang palsu turun,” katanya.

Dia menambahkan, dalam kesempatan itu kantor BI Cirebon juga memberikan penghargaan khusus kepada Polres Indramayu, karena berhasil mengungkap peredaran uang palsu. “Dalam mencegah perdaran uang palsu kita memang bermitra dengan kepolisian,” ujar dia. KC Online/PRLM