Beras. KC Online.Doc

INDRAMAYU, (KC Online).-

Target serapan beras Bulog Sub Divre Indramayu pada tahun ini untuk sementara menurun. Bahkan dikhawatirkan tidak tercapai karena tidak seimbangnya pemasukan dan pengiriman.

Perihal tersebut dibenarkan Kepala Bulog Sub Divre Indramayu Anwar Kurniawan. Menurut dia, serapan beras tahun kemarin hanya tercapai 37 persen. Padahal target 2018 seharusnya bisa menyerap 89.000 ton beras. Rendahnya serapan bukan disebabkan oleh ketiadaan beras di petani meski beras di petani masih tersedia banyak.

Anwar mengatakan, Bulog memiliki keterbatasan dalam hal penyaluran beras tersebut. Bulog kebingungan jika harus menyerap beras dalam jumlah yang banyak. Karenanya Bulog Sub Divre Indramayu merasa bingung harus mengirim kemana.

Tetapi, sebelumnya Bulog memang menyerap dalam jumlah besar karena ikut memasok beras untuk program beras sejahtera. Kali ini hal itu tidak dilakukan Bulog. Dia juga menuturkan, Bulog tidak mau mengambil risiko jika menyimpan beras terlalu lama. Sebab dikhawatirkan beras-beras tersebut membusuk di gudang penyimpanan.

Dirawat baik

“Untuk itu, penyerapan beras disesuaikan dengan kemampuan untuk mneyalurkan beras tersebut. Sejauh ini beras bulog dilepas ke lewat operasi-operasi pasar. Beras dalam operasi pasar memiliki kualitas medium.” katanya, Selasa (12/2/2019).

Namun dia memastikan, di gudang Indramayu kondisi beras Bulog masih baik. Tidak ditemukan adanya beras dalam kondisi tak layak konsumsi.

“Dari hasil pengecekan tidak ditemukan adanya beras busuk. Bahkan sejauh ini, beras-beras yang ada di gudang telah dirawat dengan baik. Secara berkala petugas menyemprotkan anti jamur supaya menjaga kondisi beras tetap baik, ” paparnya sambil menerangkan jika umur beras di gudang penyimpanan bisa bertahan hingga 4 bulan lamanya.

Turunnya kemampuan menyerap membuat Bulog Sub Divre Indramayu berpikir keras. Anwar mengatakan, pada tahun 2019 ini target serapan diturunkan kembali menjadi hanya 32.000 ton saja.

Jumlah itu sudah disesuaikan dengan kemampuan penyaluran Bulog. Kendati turun, stok beras di Kabupaten Indramayu dipastikan aman hingga September 2019 ini. (C-20)