Nanang Ruhyana, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon. (Profil). Ismail/KC Online

Nanang Ruhyana

PRIA yang menjabat Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon ini, terus berupaya agar kasus kusta di daerahnya mengalami penurunan.

Meski menurut pemilik nama lengkap Nanang Ruhyana ini, penderita kusta di Kabupaten Cirebon sebenarnya terus mengalami penurunan setiap tahunnya.

Yakni dari 2016 ada sebanyak 245 kasus, di 2017 turun menjadi 232 kasus dan tahun 2018 turun lagi menjadi 228 kasus. Dari jumlah 228 tersebut, 11 kasus sudah dinyatakan sembuh.

“Jadi tinggal 217 orang penderita kusta yang belum sembuh. Sesuai target dari Kementerian Kesehatan bahwa prevalensi yang disebut bebas dari kusta adalah kurang dari 1/10.000 penduduk,” kata Nanang.

Untuk Kabupaten Cirebon sendiri, menurutnya, sampai saat ini sudah mencapai 0,97/10.000 penduduk. “Dan di Kabupaten Cirebon ada 65 desa tersebar di 29 Kecamatan yang endemis kusta,” kata Nanang.

Ia menjelaskan, penyakit kusta sendiri disebabkan oleh bakteri atau kuman mycrobacterium laprea, gejalanya timbul bercak putih atau merah pada kulit dan kalau diraba tidak terasa.

“Jika ada bercak putih atau merah dan tidak terasa jika diraba, segera periksa ke Puskesmas terdekat, dan obatnya gratis,” kata Nanang.

Ia melanjutkan, kusta bukanlah penyakit kutukan, keturunan, guna-guna ataupun lainnya. “Kusta bisa ditimbulkan oleh cara bersentuhan secara terus-menerus dan lama. Kalau cuma sekali, dua kali tidak bakal tertular. Jadi kami harapkan jangan kucilkan mereka, jangan diskriminasikan orang yang punya kusta,” kata Nanang. (Ismail/KC Online)