bencana longsor yang terjadi di wilayah Kabupaten Kuningan, Belum lama ini. KC Online

KUNINGAN.(KC Online).-

INTENSITAS hujan tinggi dan deras mengguyur Kabupaten Kuningan dalam sepekan ini. Debit derainya yang begitu lebat mengakibatkan petaka di berbagai wilayahnya, hingga kurun tiga hari Kuningan diselimuti bencana. Mulai banjir, tanah longsor, rumah ambruk, dan putusnya dua jembatan yang mengisolir warga.

Berdasarkan keterangan yang didapat dari Pusat Pengendalian Opearasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, pada Jumat (8/2/2019) pukul 17.00 WIB, terjadi bencana banjir di Dusun Puhun, Blok Pasir RT. 13 / RW. 003, Desa Bayuning, Kecamatan Kadugede, yang berdampak jalan lingkungan dan 2 unit rumah atas nama Ari (35) dan Amah (50) terendam sebatas terasnya.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namum dampak lainnya berupa kerugian materiil, yaitu sebanyak 14 kolam ikan di sekitar lingkungan tersebut terendam air dan lumpur.

“Kronologisnya, menurut penuturan warga sekitar bahwa terjadi hujan lebat mulai pukul 15.00 WIB – 22.00 WIB, mengakibatkan saluran air yang membawa material tanah tersumbat yang berasal dari longsoran perumahan yang berada di atas kampung pemukiman warga desa, sehingga mengakibatkan banjir,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Agus Mauluddin, Minggu (10/2/2019), saat diminta keterangan oleh KC Online.

Adapun akibat longsoran tanah tersebut, juga mengakibatkan ambruknya 10 unit rumah yang berada di Perumahan Cigadung Regency, Blok A4 – A10, RT. 33 / RW. 07, Kelurahan Cigadung, Kecamatan Cigugur, yang berbatasan dengan Desa Bayuning, Blok Pasir itu.
Masih di waktu bersamaan, yakni Jumat (8/2/2019), dua desa lagi yang berbatasan di sebelah timur dengan Desa Bayuning, dilanda banjir. Yakni, Desa Babatan dan Desa Kadugede.

Genangan aliran banjirnya merendam Kantor Pemerintah Desa Babatan berikut gedung serbaguna, BPD, posyandu, dan beberapa rumah warga. Serta, gedung sekolah MTsN Kadugede dan KUA Kadugede. Penyebab banjir disinyalir karena saluran irigasi yang dangkal, sehingga aliran air dari dataran tinggi tidak tertampung ke dalam saluran irigasi tersebut.

“Normalisasi aliran sungai dari hulu ke hilir langsung dilakukan, agar tidak terjadi banjir susulan. Beberapa hari sebelumnya pun, di wilayah Desa Andamui Kecamatan Ciwaru, juga sama diterjang banjir,” tutur Agus.

Pada Jumat petang itu pun musibah banjir melanda Dusun Muhara, RT. 04 / RW. 01, Desa Mekarsari, Kecamatan Maleber. Dimana penyebabnya adalah meluapnya air sungai Cisanggarung dan sungai Srigading, yang mengakibatkan jalan utama Desa Mekarsari menuju Desa Padamulya dan 40 rumah di pemukiman warga Dusun Muhara terendam air bah, dengan ketinggian banjir antara 30 centimeter sampai dengan 60 centimeter selama satu jam. Korban jiwa dilaporkan nihil.

Peristiwa banjir yang sangat berdampak kepada masyarakat terjadi di Dusun Karangsari, RT. 13 / RW. 5, Desa Dukuhpicung, Kecamatan Luragung, dan di Dusun Kliwon, RT. 15 / RW. 03, Desa Jalatrang, Kecamatan Cilebak. Dimana, kekuatan arus air bah di dua tempat itu mampu meruntuhkan jembatan, hingga memutus jalur penghubung jalan di antara desa yang berdekatan di sekitarnya, dan mengisolir masyarakatnya.

Jembatan putus di Dusun Neglasari, Desa Jalatrang,.Kecamatan Cilebak Kabupaten Kuningan. Minggu (10/2/2019). Erix/KC Online

“Dengan hancurnya jembatan, maka aktivitas warga di sekitarnya menjadi terhambat. Seperti di Dukuhpicung, jembatan yang panjangnya 30 meter dan lebarnya 2,5 meter, memutuskan jalan penghubung dari Dusun Mayung dan Dusun Gandol menuju Dukuhpicung, hingga harus berputar arah melintasi Kecamatan Ciwaru menempuh sekira 10 Km perjalanan,” katanya.

Selain banjir, pada Kamis (7/2/2019) pukul 17.00 WIB, terjadi bencana tanah longsor menimpa Blok Sawah Cikuwut, Dusun Kembangan, Desa Sumberjaya, yang menelan satu korban jiwa, atas nama Hernawan (56), yang tengah berteduh sewaktu hujan deras, meski hanya mengalami luka ringan dan sesak napas saja.

 

Di hari itu, musibah tanah longsor pun menerjang desa tetangganya, yakni Desa Citandun. Longsoran berasal dari tebing sawah dengan ketinggian menjulang sekitar 30 meter, hingga membuat akses jalan antara Desa Citandun dengan Desa Sumberjaya, rapat tertutup tanah sepanjang 10 meter, lebar 4 meter, dan tinggi 80 centimeter.

Upaya Penanggulangan bencana Longsor. KC Online

Keesokan harinya warga setempat, bersama perangkat desa, kecamatan dibantu aparat TNI dan Polisi, langsung bergotong-royong membersihkan material longsoran tanah agar cepat kembali dapat dilintasi oleh masyarakat, juga kendaraan bermotor.

Jumat (8/2/2019) sore, pukul 17.30 WIB, tanah longsor menimpa RT. 02 / RW. 01, Dusun Manis, dan RT. 10 / RW.03, Dusun Puhun, Blok Cikembang, Desa Jagara, Kecamatan Darma. Bencana yang sama berawal dari tingginya intensitas hujan lebat mulai pukul 16.00 WIB sampai dengan pukul 21.00 WIB, hingga menyebabkan TPT berukuran panjang 10 meter, tinggi 8 meter, lebar 2 meter, dan satu lagi TPT ukuran 8 meter x 4,5 meter x 1 meter roboh.
Yang berdampak pada 5 rumah warga dan 1 unit TPA di sana terancam tertimbun longsoran tanah.

Pukul 21.00 WIB, di Dusun Surian, RT. 12 / RW. 3, Desa Jamberama, Kecamatan Selajambe, tanah longsor menghantam TPT ukuran 5 meter x 3 meter x 1 meter. Hingga merusak rumah warga milik Saptoni (35) dan Masna (61).

Masih di hari yang sama, ketika waktu beranjak tengah malam, di Kecamatan Darma kembali terjadi bencana tanah longsor. Yaitu, di Dusun Ciawitali, RT. 6 /RW. 2, Desa Cimenga.
Berawal dari runtuhnya tebing berketinggian 25 meter dengan panjang sama 25 meter, menyebabkan tertutupnya akses jalan desa menuju Dusun Ciawitali sepanjang 5 meter, lebar 3 meter, dan ketebalan material longsoran tanah 1,5 meter, hingga tidak bisa dilalui kendaraan baik roda dua dan roda empat.

“Musibah longsor pun terjadi juga di Desa Cikubangsari, Kecamatan Kramatmulya, terus di jaringan irigasi Citambleg 1 dengan TPT jalan arah Desa Windusari dan Desa Kertayuga, Kecamatan Nusaherang, longsor sepanjang 20 meter. Serta, di Blok Tarikolot, Kelurahan Citangtu, Kecamatan Kuningan,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Agus Mauluddin.

Danramil 1504 / Subang, Kapten CZI Nasri, menambahkan, Minggu (10/2/2019) dinihari pukul 01.00 WIB, terjadi pula musibah tanah longsor di Dusun Wage RT. 12 / RW. 04, Desa Legokherang, Kecamatan Cilebak, yang mengakibatkan satu rumah milik Wanto (35) tertimbun tanah. Korban jiwa nihil, dan pihaknya pun, Babinsa desa setempat, secara langsung bersama petugas BPBD, Satpol PP, dan masyarakat desa bergotong-royong melakukan penanggulangan.

Selain itu, Minggu (10/2/2019) siang terjadi juga tanah longsor di Desa / Kecamatan Cilebak, yang mengakibatkan gardu desa, 1 unit sepeda motor dan mesin pembajak sawah tertimbun longsoran tanah.

“Untuk penanggulangan jembatan putus di Dusun Neglasari, Desa Jalatrang, kami dari Koramil 1504/Subang, Babinsa Serka Sunayat di sana bersama petugas BPBD, pegawai kecamatan dan desa, juga masyarakat setempat, melakukan gotong-royong membuat jembatan sementara menggunakan bahan bambu, yang menghubungkan dengan Desa Neglasari, Kecamatan Cilebak.
Dan, penanggulangan untuk membuka jalan yang tertutup longsoran tanah di Dusun Belah, Desa Cantilan, Kecamatan Selajambe pun sudah dilakukan dengan dibantu alat berat beko dari Dinas PUPR,” tutur Danramil 1504 / Subang, Kapten CZI Nasri. Erix/KC Online

BAGIKAN
Artikel SebelumnyaHarus Jeli
Artikel BerikutnyaTimsus 1901 Juara Dideklarasikan