Warga Dusun Cimeong Harus Direlokasi

DCIM100MEDIADJI_0043.JPG

Karena Sudah tak Aman Dihuni

KUNINGAN, (KC Online).–

Setelah dilakukan penelitian geologi di Dusun Cimeong, Desa Cilayung, Kecamatan Ciwaru, Kabupaten Kuningan oleh tim dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral, disarankan seluruh warga dusun itu untuk segera dipindahkan ke kawasan pemukiman baru yang direkomendasikan. Karena dengan tingginya ancaman potensi bencana, kawasan itu sudah tidak aman lagi untuk menjadi tempat hunian.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Ayip Sutrisno, Rabu (11/1/2017) mengungkapkan, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Senin hingga Selasa (9-10/1/2017), termasuk mengamati lahan rencana relokasi di blok Cinangka, Citawa dan Cisalak Dusun Mekarmulya, tanah di Dusun Cimeong dinilai sangat rentan longsor sehingga tidak aman lagi dihuni penduduk.

Kemudian untuk lahan rencana relokasi di tanah milik Pemerintah Desa Cilayung tersebut, hanya di blok Cisalak yang direkomendasikan untuk menjadi kawasan pemukiman, dengan syarat pendirian bangunan harus menggunakan pola berbanjar.

Sedangkan dua blok lainnya tidak layak untuk dijadikan tempat hunian,  karena bentangan kecuramannya persis sama seperti Dusun Cimeong, dengan pergerakan tanah yang bersifat lamban.

“Jika memang kondisinya demikian, semua penduduk di dusun tersebut harus diamankan dengan cara direlokasi ke luar wilayah dusun tersebut. Sementara untuk luas blok Cisalak yang relatif aman untuk lahan rencana relokasi, kami belum mengetahuinya,” katanya.

Kemudian dikemukakan staf Seksi Ratlog BPBD, Yayat Sudrajat,untuk menentukan langkah penanganan pengungsi dan relokasi warga dari dusun tersebut , masih perlu menunggu dulu laporan dan rekomendasi tertulis hasil kajian dari PVMBG.

Sementara itu, Ketua Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) Aktivitas Anak Rimba (Akar), Maman Mejiq, mengatakan, untuk mengoptimalkan penanganan bencana ini harus melibatkan semua stakeholder terkait, tidak hanya ditangani oleh BPBD.(Agus)